QRIS Jelajah Indonesia Perluas Transaksi Digital Pelaku UMKM dan Masyarakat

Wakil Wali Kota Malang (tengah) bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim dan Kepala BI Malang, bersama peserta QRIS Jelajah Indonesia di depan Balai Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang (tengah) bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim dan Kepala BI Malang, bersama peserta QRIS Jelajah Indonesia di depan Balai Kota Malang. (ws15)

Malang, HaloApaKabar.com — Bank Indonesia (BI) melalui QRIS Jelajah Indonesia perluas transaksi digital di kalangan pelaku UMKM dan masyarakat. Mempertemukan 14 tim dari kantor perwakilan BI yang ada di seluruh wilayah Jawa dengan pelaku usaha dan pengguna QRIS.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto mengabarkan, QRIS Jelajah Indonesia sebagai upaya BI memperluas penggunaan sistem pembayaran digital. QRIS Jelajah Indonesia melibatkan 14 tim dari kantor perwakilan BI yang ada di seluruh wilayah Jawa.

Read More

“Ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk terus mempromosikan QRIS, agar penggunaannya semakin luas. Setiap tim terdiri dari tiga orang mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengangkat tema kuliner,” seru Ridzky.

Rangkaian kegiatan dimulai dari Probolinggo dan kawasan Bromo Jumat (28/8/2026), berlanjut ke Kota Malang, Sabtu (29/8/2026). Di Kota pendidikan ini, peserta menyambangi Pasar Klojen untuk melihat dan mencoba langsung penggunaan QRIS dalam aktivitas transaksi masyarakat. Selanjutnya agenda serupa dilaksanakan di Surabaya.

Di Pasar Klojen, setiap tim mendapatkan tugas menggali pengalaman penggunaan QRIS melalui wawancara dengan dua merchant. Peserta turut berbincang dengan pengunjung dan pengguna aktif QRIS untuk mengetahui pemanfaatan transaksi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dukungan untuk UMKM melalui Transaksi Digital

Ridzky menjelaskan, pemilihan kuliner sebagai tema kegiatan berkaitan erat dengan peran UMKM dalam perekonomian. Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melayani konsumen.

“Melalui QRIS, transaksi digital cepat, mudah, murah, aman dan andal. Sekaligus kami ingin mendukung berkembangnya perekonomian di masyarakat,” imbuhnya.

Dalam QRIS Jelajah Indonesia, BI melibatkan anak muda dan konten kreator untuk memperluas edukasi mengenai pembayaran digital. Kelompok tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan teknologi, sehingga dapat membantu menyebarkan informasi mengenai penggunaan QRIS.

“Kita ketahui bahwa anak-anak muda ini sangat inovatif. Mereka kita dorong menjadi konten kreator untuk mempromosikan sistem pembayaran nontunai yang dikembangkan Bank Indonesia,” jelas Ridzky.

Pertumbuhan QRIS dan Pengembangan Cross Border

Penggunaan QRIS di Jawa Timur, lanjut Ridzky, terus mengalami pertumbuhan. Hingga semester pertama tahun ini, jumlah pengguna QRIS di Jawa Timur mencapai sekitar 4 juta pengguna. Secara regional, BI menargetkan penggunaan QRIS di wilayah Jawa mencapai sekitar 45 juta transaksi. Perluasan merchant menjadi bagian penting untuk mencapai target tersebut.

Selain transaksi domestik, BI telah mengembangkan QRIS Cross Border yang memungkinkan masyarakat menggunakan QRIS di negara mitra. Wisatawan dari negara mitra pun dapat memanfaatkan sistem serupa saat melakukan transaksi di Indonesia.

Ridzky menyebut, kerja sama QRIS Cross Border telah mencakup tujuh negara, terutama di kawasan ASEAN, seperti Jepang dan Korea. Perkembangan tersebut dinilai dapat mendukung kemudahan transaksi bagi masyarakat dan wisatawan.

BI dalam waktu bersamaan terus mengembangkan QRIS Tap sebagai metode pembayaran. Dimana memungkinkan transaksi dilakukan dengan mendekatkan perangkat pada terminal pembayaran yang mendukung teknologi tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengapresiasi, pelaksanaan QRIS Jelajah Indonesia di Kota Malang. Menurutnya, perluasan transaksi digital dapat membentuk pola baru dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan pembayaran, tetapi dapat membantu melihat aktivitas transaksi ekonomi secara lebih terukur.

“QRIS sangat efektif untuk mengukur bagaimana dan berapa transaksi yang terjadi di Kota Malang,” ujar Ali.

Menurut Ali, kemudahan pembayaran digital berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM dapat menyediakan alternatif pembayaran yang praktis bagi konsumen dengan memanfaatkan telepon seluler.

“Dengan kemudahan digitalisasi yang hari ini hampir sebagian besar masyarakat sudah melakukan. Cukup bermodalkan HP, masyarakat bisa bertransaksi di mana pun dan kapan pun,” katanya.

Tanggapan Wakil Wali Kota Malang

Pemkot Malang, lanjut Ali, telah melihat penerapan transaksi digital di sejumlah pasar melalui kerja sama BI Malang, Pasar Klojen sebagai lokasi percontohan. Ali berharap, penguatan ekosistem pembayaran digital dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Kota Malang. Masyarakat dan pelaku UMKM didorong memanfaatkan kemudahan transaksi digital sebagai bagian dari perkembangan aktivitas ekonomi.

“Semoga acara ini bisa bermanfaat bagi Kota Malang. Mari nikmati semua kemudahan yang disediakan oleh Bank Indonesia,” harap Wawali. (rhd)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *