Menko PM Resmikan Program Berdaya Connect di Kota Batu, Genjot UMKM Naik Kelas

Kegiatan Peluncuran Perintis Berdaya Connect Batu dihadiri Menko PM, Muhaimin Iskandar.
Kegiatan Peluncuran Perintis Berdaya Connect Batu dihadiri Menko PM, Muhaimin Iskandar. (dik)

Batu, HaloApaKabar.com – Pemerintah Kota Batu resmi menjadi lokasi replikasi Program Berdaya Connect (PBC) setelah sukses dikembangkan di Kota Bandung. Program strategis ini diluncurkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Dr. H.C. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kota Batu, Rabu (26/8/2026).

Kehadiran program ini disambut antusias oleh Pemkot Batu. Wali Kota Batu, H. Nurochman, S.H., M.H., seraya menegaskan. Bahwa momentum ini sangat penting untuk memperkuat sektor pariwisata dan pertanian yang tengah memprioritaskan regenerasi petani melalui penerapan Smart and Integrated Farming.

Read More

“Pemkot Batu saat ini mendorong penerapan pertanian cerdas agar generasi muda tertarik melanjutkan usaha orang tua mereka, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto,” Kabar Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur.

369 Pelaku Usaha Sudah Terjangkau Program

Sebagai peraih penghargaan Konsultan Terbaik se-Indonesia di ajang PLUT Award 2024, PLUT KUMKM Kota Batu kini diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi lintas sektor. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PMK, Leontinus Alpha Edison. Melaporkan bahwa program Perintis Daya Konektif di Kota Batu telah menjangkau 369 pelaku usaha, dengan 80 UMKM aktif mengikuti inkubasi bisnis bersama 24 mitra strategis.

“​Program ini mencakup pendampingan komprehensif mulai dari peningkatan kualitas produk, akses teknologi omnichannel, hingga pembiayaan dan legalitas usaha,” terangnya.

Menko PM: Pemerintah Harus Berubah Jadi Fasilitator

Dalam arahannya, Menko PM Muhaimin Iskandar mengapresiasi kinerja PLUT Kota Batu yang dinilai sangat efektif dalam menjalankan fungsi pembinaan secara berkelanjutan. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma birokrasi di mana pemerintah bertindak sebagai kolaborator, bukan dominator.

“Pemerintah harus mengubah manajemen kerjanya untuk mengantisipasi disrupsi, menjadi fasilitator dan agregator. Swasta memperkuat peran offtaker, sementara akademisi dan investor menyediakan inovasi serta teknologi,” tegas Cak Imin.

Showcase dan Bakti Sosial Tutup Acara

Menko PM juga menyoroti potensi lebih dari 7.500 pelaku UMKM dan 70 pegiat ekonomi kreatif di Kota Batu. Ia optimistis kolaborasi antara keindahan alam dan inovasi lokal dapat menjadikan Kota Batu sebagai lokomotif baru ekonomi kreatif nasional yang tidak lagi bergantung pada kota-kota besar.

Rangkaian acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung ke area showcase inkubasi bisnis PLUT, pameran produk UMKM lokal, serta bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. (dik)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *