Situbondo, HaloApaKabar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo kerjasamakan kawasan Wisata Bahari Pantai Pasir Putih.
Dengan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), Pemkab Situbondo menawarkan peluang investasi Rp40 miliar dalam lima tahun, jangka waktu selama 30 tahun.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengabarkan, kerja sama dengan investor menghadirkan pengelolaan kawasan wisata lebih profesional, inovatif dan berorientasi jangka panjang. Bupati Mas Rio, sapaan akrabnya mengatakan, pengembangan Pasir Putih tidak berarti mengubah identitas destinasi yang telah melekat kuat selama puluhan tahun.
“Brand-nya tetap Pasir Putih, karena nama Pasir Putih sudah melegenda dan tidak perlu diganti. Yang kita lakukan adalah memberikan wajah baru, kualitas baru, dan pengalaman baru kepada wisatawan melalui pengelolaan lebih profesional,” kabar Mas Rio, dalam konferensi pers di Pantai Pasir Putih Situbondo, Selasa (1182026).
Nilai Aset dan Posisi Strategis Pantai Pasir Putih

Mas Rio mengatakan, Pasir Putih memiliki posisi strategis berada di jalur Pantura dan memiliki akses terhadap berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur. Selain nilai aset kawasan Pasir Putih sebagai objek kerja sama diperkirakan mencapai Rp143,5 miliar, terdiri atas aset tanah, bangunan dan aset lainnya.
Dalam perspektif pengembangan kawasan, Pasir Putih tidak berdiri sendiri. Peluang tersebut semakin terbuka dengan rencana penguatan konektivitas kawasan, di antaranya:
- Potensi travel pattern yang menghubungkan Bromo–Besuki–Argopuro–Pasir Putih–Ijen–Baluran hingga Bali.
- Peluang pengembangan akses tol di sekitar Situbondo,
- Program aglomerasi pariwisata,
- Pengembangan Pelabuhan Jangkar konektivitas menuju Bali Utara,
- Rencana Bandara Bali Utara,
- Keberadaan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA), serta
- Rencana reaktivasi jalur kereta api Jember–Bondowoso–Panarukan.
“Kami tidak melihat Pasir Putih sebagai destinasi yang berdiri sendiri. Pasir Putih akan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan konektivitas kawasan. Ini yang membuat kami optimistis peluang investasinya sangat besar,” jelas Mas Rio.
Pemkab Situbondo optimistis pengembangan Pasir Putih melalui KSP dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Di antaranya
- Investasi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),
- Membuka lapangan kerja,
- Meningkatkan aktivitas UMKM,
- Memperkuat industri kreatif,
- Meningkatkan okupansi akomodasi,
- Memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta
- Menggerakkan sektor transportasi, kuliner, perdagangan dan jasa.
- Pengembangan Pasir Putih menjadi bagian dari agenda besar Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk membawa sektor pariwisata ‘Situbondo Naik Kelas’.
“Kami ingin Pasir Putih kembali menjadi kebanggaan Situbondo, tetapi dengan standar pengelolaan yang lebih modern. Pemerintah membuka pintu bagi mitra terbaik. Kami punya aset, lokasi, sejarah, pasar dan masa depan. Sekarang waktunya kita bangun Pasir Putih bersama,” pungkas Mas Rio. (rhd)






