BI Malang Buka Pekan QRIS Nasional 2026 dan Forum APEL BIMA

Bank Indonesia Malang membuka Pekan QRIS Nasional 2026 dan Forum APEL BIMA.
Bank Indonesia Malang membuka Pekan QRIS Nasional 2026 dan Forum APEL BIMA. (ist)

Malang, HaloApaKabar.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang membuka Pekan QRIS Nasional (PQN) Tahun 2026. Sekaligus Launching dan Komitmen Bersama Forum Komunikasi APEL BIMA (Aksi Penguatan Kolaborasi Literasi Pelindungan Konsumen Bersama).

Mengusung tema ‘Rayakan Digitalisasi! QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak!”. Pembukaan PQN 2026 dan peluncuran APEL BIMA sebagai wujud sinergi untuk memperluas digitalisasi. Sekaligus memperkuat keamanan dan pelindungan konsumen dalam bertransaksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi mengabarkan, transformasi digital membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Sehingga manfaatnya dirasakan semakin luas oleh masyarakat. Pasalnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola aktivitas ekonomi dan pembayaran masyarakat.

“Bank Indonesia terus mendorong sistem pembayaran Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Andal (CEMUMUAH). Sekaligus semakin inklusif melalui pengembangan berbagai inovasi QRIS,” kabar Indra, Selasa (11/8/2026).

Mengusung semangat #AyoPakaiQRIS, PQN 2026 menjadi momentum semakin memperluas akseptasi dan penggunaan QRIS di masyarakat. Melalui satu standar pembayaran, QRIS memberikan beragam manfaat bagi masyarakat, UMKM, maupun pemerintah daerah. Mulai dari kemudahan dan keamanan bertransaksi, perluasan akses pasar, hingga transaksi yang semakin efisien, transparan, dan akuntabel.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Turut Menghadiri Rangkaian PQN 2026

Pada rangkaian PQN 2026, Bank Indonesia bersama mitra strategis terus memperkenalkan berbagai inovasi, termasuk QRIS Tuntas dan QRIS Antarnegara. Dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan Malang, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, perwakilan Kepolisian, UPT Perlindungan Konsumen BPSK Malang. Serta perbankan, instansi pemerintah, media, serta komunitas, termasuk Duta PeKA Digital, QRIS Jelajah Indonesia, dan GenBI.

Di sisi lain, pesatnya digitalisasi turut diikuti dengan berkembangnya berbagai modus penipuan dan kejahatan digital. Karena itu, perluasan akses pembayaran digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan pelindungan konsumen.

“Semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran Forum Komunikasi APEL BIMA. Sebagai wadah kolaborasi Bank Indonesia bersama OJK, Kepolisian, pemerintah daerah, perbankan, lembaga terkait, serta komunitas dalam memperkuat edukasi dan pelindungan konsumen,” imbuh Indra.

Pesan tersebut diperkuat melalui SPECTRA Sunset Talks ‘Jaga Bareng: Kalau Ragu, STOP Dulu!’ Dengan menghadirkan Kepala Unit Sistem Pembayaran Bank Indonesia Malang Shomita Fitrotul Insany dan Asisten Direktur Otoritas Jasa Keuangan Frederik Alexander Rompies.

“Talkshow menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam mengenali transaksi maupun informasi yang mencurigakan. Serta mengambil langkah cepat ketika menemukan indikasi penipuan,” jelasnya.

Tagline “Kalau Ragu, STOP Dulu!” menjadi pengingat sederhana bagi konsumen untuk berhenti sejenak, memeriksa, dan memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi. Masyarakat didorong segera melaporkan permasalahan atau indikasi penipuan melalui kanal resmi yang tersedia. Baik kepada Bank Indonesia untuk pengaduan terkait sistem pembayaran. Maupun Indonesia Anti Scam Center (IASC) sebagai upaya penanganan penipuan transaksi keuangan.

“Bank Indonesia berharap, PQN 2026 dan Forum Komunikasi APEL BIMA menjadi momentum semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi digital inklusif dan berkelanjutan. QRIS-nya satu, menangnya banyak: transaksi semakin mudah, UMKM semakin luas pasarnya, ekonomi daerah semakin kuat, dan masyarakat semakin terlindungi,” tandasnya. (rhd)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *