Malang, HaloApaKabar.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispussipda) Kota Malang bertranformasi mengusung pelayanan santai ala kafe hingga penambahan jam operasional malam hari. Menjadikan perpustakaan sebagai ruang baca lebih modern dan nyaman, sehingga lebih menarik dan mendongkrak minat baca masyarakat.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengabarkan, perpustakaan daerah saat ini tidak lagi mempertahankan wajah kaku dan formal layaknya kantor birokrasi pada umumnya. Penataan interior kini dirancang lebih ramah pengunjung, lengkap dengan sudut baca strategis langsung menghadap ke arah luar kawasan Jalan Ijen.
“Kantor perpustakaannya apabila kita masuk dari depan, sudah kelihatan sekali kenyamanannya. Sudah kelihatan sekali bahwa ini welcome, ya, seperti tidak datang ke kantor. Agak manja sedikit mau ke kafe,” kabar Wahyu Hidayat, Rabu (14/10/2026).
Terobosan Operasional Pemkot dengan Perpanjangan Jam Layanan Perpustakaan
Selain aspek kenyamanan visual dan tata ruang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan pula sejumlah terobosan operasional. Salah satunya, memperpanjang jam layanan perpustakaan hingga pukul 21.00 WIB guna mengakomodasi kunjungan mahasiswa dan pekerja yang baru memiliki waktu luang selepas sore hari.
Pihak pengelola berencana membuka layanan perpustakaan pada hari Minggu pagi bertepatan kegiatan car free day di Jalan Ijen. Kehadiran fasilitas baca di akhir pekan ini diharapkan mampu memberikan alternatif ruang publik yang edukatif bagi warga kota.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispussipda) Kota Malang, Ir Yayuk Hermiati MH menjelaskan, saat ini jajarannya tengah mematangkan skema penambahan jam layanan melalui rapat koordinasi bersama Sekretaris Daerah. Terkait rencana penyediaan fasilitas kafe literasi di dalam gedung perpustakaan, pihaknya memperkirakan realisasi fisiknya baru dapat diajukan pada tahun anggaran mendatang.
“Kalau untuk kafe literasi, karena kan kami memang butuh fisik yang harus ditambahkan, nanti kami tentunya menunggu dari arahan dari pimpinan. Kalau untuk tahun ini sepertinya tidak memungkinkan ya, karena anggaran kan sudah selesai, pihak dewan juga selesai, mungkin baru tahun 2027 untuk usulan,” jelas Yayuk, sapaan akrabnya.
Sementara itu, gelaran Pekan Literasi resmi dibuka 14 Oktober 2026 hingga 16 Oktober 2026 diisi berbagai kegiatan edukatif. Rangkaian acara meliputi pameran UMKM, bedah buku, serta bedah naskah kuno nusantara bertajuk ‘Mambang Ulung’ dipandu langsung oleh filolog.
Hingga saat ini, Dispussipda Kota Malang mencatat total koleksi buku fisik telah mencapai 132.000 judul. Sedangkan tingkat kunjungan harian perpustakaan sendiri tercatat stabil di angka sekitar 300 pengunjung luring dan 400 pengunjung daring setiap harinya. (rhd)






