Malang, HaloApaKabar.com – Novelis Dee Lestari membedah novel romansa fiksi ‘Aroma Karsa’ dan spill versi video series di Netflix. Karya novel ke-12 Dee Lestari ini dicetak Maret 2018 setebal 710 halaman atau 20 cm, meski lebih dulu terbit versi digital Januari 2018.
Pemilik nama lengkap Dewi Lestari Simangunsong mengabarkan, ihwal dirinya menjadi penulis novel setelah vakum dari trio vokal Rida Sita Dewi. Novel Supernova yang populer pada tahun 2001, sekaligus debutnya sebagai novelis yang dikenal oleh masyarakat luas.
“Kata guruku dari Amerika, awal aku ikutan kursus menulis online, mulai dari cerita aktivitas sehari-hari. Deskripsi penulisan fiksi yang kuat itu dari indera penciuman. Lalu diikuti perasaan, sehingga dampaknya akan sangat luar biasa,” seru perempuan kelahiran 20 Januari 1976 ini, dalam Talkshow Bedah Buku ‘Aroma Karsa’ yang diprakarsai oleh Bank Indonesia Malang dan Dispussipda Kota Malang, Jumat (16/10/2026).
Ide Awal Novel Aroma Karsa
Novel Aroma Karsa, sebagai uji coba membangun sebuah drama kehidupan sehari-hari dengan penguatan indera penciuman, dari paling wangi hingga paling busuk. Dirinya menciptakan karakter Jati Wesi, tokoh utama pemuda yang hidup dan tumbuh di Bantar Gebang.
“Karakter Jati Wesi ini unik. Jika pagi sebagai pemulung, namun jika malam sebagai peracik parfum,” imbuhnya.
Jati memiliki penciuman yang luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.
Sinopsis Novel Aroma Karsa
Kemampuan penciuman Jati ini mampu memikat Raras yang ingin mencari Puspa Karsa. Raras Prayagung mengetahui Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman tersebut sungguhan dan tersembunyi di tempat rahasia.
Obsesi Raras untuk memburu dan menemukan Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan hanya bisa diidentifikasi melalui aroma. Akhirnya mempertemukannya dengan Jati Wesi, si pemilik indera penciuman dan memampukannya meniru segala parfum dengan akurat, bahkan lebih baik.
Kehidupan Jati berubah drastis. Pemilik Kemara, perempuan 58 tahun bernama Raras Prayagung, memperlakukan Jati dengan istimewa. Hal itu menimbulkan protes keras dari Tanaya Suma, tokoh utama lain Aroma Karsa, perempuan sebaya anak pengusaha kaya raya.
Tanaya Suma, perempuan sebaya Jati yang merupakan putri tunggal sekaligus tangan kanan Raras Prayagung. Suma menolak kehadiran Jati sejak hari pertama, lantaran Suma memiliki kemampuan penciuman serupa dengan Jati.
Obsesi Raras mencari tanaman mitos bernama Puspa Karsa, konon hanya bisa diidentifikasi melalui aroma, akhirnya mengantarkan Jati ke sebuah ekspedisi penuh tantangan. Semakin jauh Jati terlibat, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya sendiri dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.
“Kalau ingin visualisasi novel Aroma Karsa ini akan muncul dalam series di Netflix. Doakan juga dalam waktu dekat ada Aroma Karsa kedua,” ungkap alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan alumnus jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan ini.
Alasan penerbitan Aroma Karsa kedua, lantaran dalam 3-5 tahun terakhir ini Dee Lestari mengetahui banyak pembaca baru novel seri pertama yang meminta kelanjutannya di versi kedua. Beberapa pembaca versi digital di antaranya, karena tidak mendapatkan versi cetak, mengusulkan versi digital visual yang akhirnya ditangkap sebagai peluang oleh Netflix.
Pesan Edukasi dalam Aroma Karsa
Di Balik Tirai Aroma Karsa mengungkap beragam riset, proses kreatif, serta teknik penulisan yang digunakan Dee dalam Aroma Karsa. Dilengkapi sekurangnya 200 foto, termasuk karya-karya fanart dari pembaca, Di Balik Tirai Aroma Karsa menceritakan proses membidani sebuah karya fiksi, mulai dari manuskrip hingga pemasaran.
“Dalam buku ini pula, pembaca akan diajak mengintip dapur lahirnya Aroma Karsa secara mendetail. Kita akan mengetahui jatuh bangun, tantangan, sekaligus alasan dari berbagai keputusan kreatif seorang penulis,” ungkap Dee.
Di Balik Tirai Aroma Karsa akan membuka wawasan kita tentang dunia kepenulisan. Hongga memperdalam apresiasi kita terhadap karya kreatif dan kreator di baliknya. Proses kreatif menjadi misteri bagi banyak orang.
Sementara, di balik lahirnya sebuah karya, terdapat banyak sekali aspek yang menjadi pertimbangan penulis. Serta para pihak yang secara langsung maupun tidak langsung meninggalkan jejaknya. (rhd)






