Malang, HaloApaKabar.com — Sebanyak 66 angkutan pelajar gratis mulai beroperasi di Kota Malang, Senin (31/8/2026). Puluhan armada tersebut melayani pelajar melalui 15 rute yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengabarkan, program angkutan pelajar gratis telah lama dinantikan masyarakat. Pemkot Malang membutuhkan waktu untuk menyiapkan regulasi dan memastikan kelayakan armada.
“Angkutan pelajar gratis ini telah lama ditunggu-tunggu. Semuanya berproses karena ada regulasi yang harus disiapkan terlebih dahulu,” kabar Wahyu Hidayat.
Sebelum beroperasi, armada menjalani proses kurasi untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi. Pemkot Malang melalui dinas terkait memeriksa spesifikasi, surat uji KIR, kelayakan dan kelengkapan kendaraan.
Sistem GPS dan Pengawasan Dishub Kota Malang
Dishub Kota Malang menyiapkan, sistem pengawasan untuk memastikan armada beroperasi sesuai ketentuan, setiap kendaraan dilengkapi GPS, sehingga pergerakannya dapat dipantau. Setiap armada memiliki rute operasional yang telah ditetapkan Pemkot Malang, dengan pengawasan dilakukan selama kendaraan memberikan pelayanan kepada para pelajar.
Selama beroperasi, pengemudi wajib mematuhi sejumlah ketentuan dan aturan selama menjalankan tugas. Di antaranya dilarang merokok, mengenakan celana pendek, serta wajib bersikap sopan kepada pelajar.
“Apabila ada hal yang memang dilanggar, pelajar bisa melaporkan kepada kami. Kami akan mengambil tindakan,” kata Wahyu.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Drs R Widjaja Saleh Putra mengatakan, angkutan pelajar ini dijadwalkan beroperasi mulai pukul 05.45 WIB dengan layanan penjemputan pelajar dilakukan pukul 14.45 WIB.
Kebutuhan Armada dan Proyeksi ke Depan
Program tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,9 miliar, dengan kebutuhan armada diproyeksikan mencapai 96 unit. Namun, untuk tahap awal ini baru 66 armada memenuhi persyaratan beroperasi.
Widjaja menjelaskan, 15 rute angkutan pelajar mengikuti jalur bus dan elf yang telah digunakan sebelumnya dan dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Dishub Kota Malang menilai 66 armada mencukupi untuk melayani 15 rute sesuai kebutuhan operasional saat ini.pada tahap awal.
“Cukup.,” kata Widjaja saat ditanya mengenai kecukupan 66 armada untuk melayani 15 rute.
Dalam pelaksanaannya, biaya operasional kendaraan dialokasikan sekitar Rp75.000 – Rp200.000, menyesuaikan panjang jalur dan kebutuhan operasional angkutan setiap rute. Widjaja menegaskan, biaya tersebut tidak seluruhnya menjadi pendapatan pribadi pengemudi, karena pengelolaannya melalui koperasi atau badan usaha yang menaungi para pengemudi.
“Ini bukan 100 persen diserahkan pada mereka. Ada biaya GPS, monitoring dan kebutuhan lainnya,” rinci Widjaja.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin SPsi MSi menyambut, baik pelaksanaan program angkutan pelajar gratis. Menurutnya, program tersebut telah lama dibahas antara DPRD, khususnya Komisi C, dengan Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan.
Manfaat Program bagi Pengemudi dan Pelajar
Ia menyebut, program angkutan pelajar gratis merupakan bagian dari skema besar tata kelola transportasi publik lokal di Kota Malang. Program tersebut dinilai memberikan dua manfaat, yakni pemberdayaan pengemudi angkutan kota dan peningkatan pelayanan transportasi bagi pelajar.
Anas menilai, program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan angkutan kota yang beroperasi di Kota Malang. Ia berharap, program ini menjadi stimulus bagi pengemudi untuk memperbaiki kendaraan dan melengkapi fasilitas pendukung.
“Ini bagian dari stimulus awal. Semoga langkah ini bisa menjadi stimulus bagi teman-teman angkutan kota untuk memperbaiki angkutannya,” kata Anas.
Menurutnya, perluasan program dapat dilakukan dengan menyesuaikan anggaran apabila semakin banyak angkutan kota yang dapat diakomodasi. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kalau semakin banyak angkutan kota yang ingin terlibat dan bisa diakomodasi, anggarannya tinggal disesuaikan karena azas manfaatnya semakin luas. Ketika program ini berjalan baik, semakin banyak rute yang bisa menjangkau sekolah-sekolah lain yang selama ini belum tercover. Jadi, semakin banyak manfaat untuk pelajar,” ujarnya. (rhd)






