Jakarta, HaloApaKabar.com — Di tengah gempuran kecerdasan buatan, karyawan yang hanya mengandalkan kemampuan teknis akan semakin rentan digantikan. Menanggapi fenomena ini, Motivator Bisnis dan Pakar Human Resources, Budi Santoso, menekankan bahwa kemampuan teknis semata tidak lagi cukup untuk menjamin keberlanjutan karier seorang karyawan.
Budi menjelaskan, eksekusi tugas harian sesuai deskripsi pekerjaan kini bisa dengan mudah direplikasi oleh teknologi maupun tenaga kerja lain. Karena itu, nilai tawar utama seorang profesional agar tidak mudah tergantikan (irreplaceable) justru terletak pada kualitas karakter dan mindset pribadi.
“Saat restrukturisasi atau evaluasi kinerja, keputusan manajemen tidak lagi sekadar melihat efisiensi teknis seperti kecepatan mengetik atau kerapian laporan. Elemen manusiawi dan nilai diri merupakan faktor penentu investasi jangka panjang perusahaan terhadap karyawan,” ujar HR Director PT Rentokil Indonesia itu.
Menurut Budi, terdapat empat kualitas utama yang menjadi pertimbangan mendasar manajemen dalam menilai seorang pekerja. Yang pertama adalah pola pikir solutif yakni kemampuan berpikir kritis dalam memandang setiap masalah sebagai tantangan yang harus diselesaikan, bukan sekadar keluhan. Selanjutnya adalah motivasi internal yang merupakan dorongan dari dalam diri untuk terus belajar dan beradaptasi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pengawasan.
“Karyawan yang memiliki inisiatif tinggi yang bersedia untuk berkontribusi melebihi batasan tugas formal demi ketercapaian tujuan tim dan organisasi juga patut masuk dalam kategori ini,” tuturnya.
Budi melanjutkan, karyawan yang Irreplaceable biasanya memiliki keahlian berbasis pengalaman (Expertise). Ia memahami industri secara mendalam sehingga memiliki intuisi tajam dalam pengambilan keputusan strategis. Di samping keempat poin tersebut, Budi menambahkan bahwa dedikasi, karakter yang kuat, serta energi positif di lingkungan kerja turut menjadi kriteria kunci penentu promosi maupun keberlanjutan karier.
“Jangan sekadar mempertahankan posisi jabatan, namun teruslah mengembangkan kapasitas diri. Berinvestasilah pada peningkatan nilai diri secara berkelanjutan,” pungkasnya. (dik)




