Batu, HaloApaKabar.com — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) DPC Kota Batu resmi meluncurkan program pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif bertajuk PartnerUp#2. Peluncuran program berdurasi sembilan bulan ini digelar di Ruang Pertemuan Lantai 4 Pusat Oleh-oleh Buah Tangan Kota Batu, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan 60 UMKM se-Kota Batu.
Ketua Umum DPC Gekrafs Kota Batu, Yanuar Baihaqi, menjelaskan bahwa visi utama PartnerUp#2 adalah membangun ekosistem pelaku ekonomi kreatif yang tangguh. Memiliki solidaritas tinggi, serta menghadirkan model pendampingan yang responsif dan dapat diduplikasi.
Yanu menyebutkan, berbeda dari penyelenggaraan tahun lalu yang menerapkan seleksi ketat hingga hanya menyisakan enam pemenang dari 60 peserta. PartnerUp#2 mengusung konsep inklusif, dimana seluruh peserta dipastikan mendapatkan akses pelatihan hingga akhir program tanpa sistem pengguguran. Sementara fasilitas pendampingan tambahan akan diberikan berdasarkan tingkat keaktifan dan performa peserta.
“Pada program kali ini tidak ada sistem gugur atau pembatalan kepesertaan. Kami ingin seluruh pelaku usaha tumbuh bersama melalui pendampingan yang meliputi training, mentoring, coaching, hingga product trial,” kabar Yanuar.
Asesmen Awal dan Materi Pelatihan Adaptif
Berdasarkan data asesmen awal, dari 56 pelaku usaha yang terdaftar dalam basis data awal, sebanyak 26 peserta telah merampungkan borang evaluasi mandiri. Gekrafs memberikan materi pelatihan berfokus pada kerangka umum yang adaptif untuk berbagai sektor bisnis, baik barang maupun jasa. Untuk mendorong pemasaran, penyelenggara juga telah menyiapkan ruang pamer (creative space) di area pintu keluar (exit) objek wisata Batu Love Garden (Baloga).
“Fasilitas ini berfungsi sebagai etalase produk fisik sekaligus sarana promosi sektor jasa seperti fotografi, videografi, musik, hingga event organizer. Selain itu, disiapkan pula ruang kemitraan untuk kegiatan pelatihan dan lokakarya,” tutur mas Yanu sapaannya.
Ekspansi Pemasaran ke Bromo dan Akses Permodalan
Yanu menyebutkan, untuk ekspansi pemasaran produk dari peserta juga dijadwalkan merambah kawasan wisata Bromo melalui kerja sama ruang pamer di pusat oleh-oleh setempat mulai Desember mendatang. Program PartnerUp#2 ini turut membuka akses bantuan permodalan produksi bagi produk potensial. Dalam pelaksanaannya, para peserta diwajibkan mencatat poin pelatihan serta mengunggah tugas berkala melalui platform daring resmi Gekrafs Batu.
“Evaluasi program ini dilakukan melalui keterbukaan laporan keuangan peserta secara transparan,” imbuhnya.
Yanu juga berharap, melalui PartnerUp ini nantinya juga berujung pada pembentukan koperasi atau usaha bersama demi penguatan ekonomi anggota dalam jangka panjang.
“Kami ingin membuat kelompok-kelompok usaha yang dirotasi sampai menemukan komposisi pas, baik untuk membangun usaha baru maupun memajukan usaha yang sudah ada,” pungkas Yanuar. (dik)






