Jaga Semangat Peternak, Koperasi Margo Makmur Mandiri Batu Tetapkan Harga Beli Susu Segar Tinggi

Wawancara Ketua Badan Usaha Koperasi Margo Makmur Mandiri, M. Munir.
Ketua Badan Usaha Koperasi Margo Makmur Mandiri, M. Munir. (dik)

Batu, HaloApaKabar.com — Koperasi Susu Margo Makmur Mandiri Brau, Kota Batu, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelangsungan usaha peternakan sapi perah lokal. Salah satu langkah konkret yang ditempuh pengelola adalah menetapkan harga beli susu segar Batu di tingkat peternak pada angka Rp8.200 hingga Rp8.300 per liter.

Capaian harga ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi dan telah bertahan stabil selama kurang lebih lima bulan terakhir.

Ketua Badan Usaha Koperasi Margo Makmur Mandiri, M. Munir, menyampaikan bahwa penetapan harga yang layak dan tinggi merupakan bentuk pelayanan maksimal. Untuk membakar semangat para peternak yang menjadi ujung tombak produksi.

“Tingginya harga susu ini dipengaruhi oleh tingginya tingkat serapan pasar oleh konsumen serta dampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkap M. Munir.

Kebijakan harga beli susu segar Batu yang berpihak pada peternak ini sejalan dengan lompatan besar pada volume produksi harian di Kota Batu. Wilayah yang kini berhasil tumbuh menjadi sentra peternakan utama tersebut mencatatkan kenaikan produksi yang amat pesat. Pada kurun waktu tahun 2010-an, produksi susu di kawasan ini baru berkisar 1.500 liter per hari.

Produksi Susu di Batu Melonjak Drastis ke 10.000 Liter per Hari

“Saat ini telah melonjak hingga mencapai sekitar 10.000 liter per hari,” cetusnya.

Dampak dari penetapan harga beli susu yang tinggi ini tidak hanya mendongkrak motivasi peternak dalam merawat hewan ternaknya. Tetapi juga memicu lonjakan nilai jual sapi perah lokal. Sapi perah lokal dengan kualitas super kini dibanderol melebihi Rp40 juta, bahkan ada yang menembus Rp41 juta hingga Rp42 juta per ekor.

“Harga ini hampir mendekati kisaran harga sapi perah impor,” terangnya.

Di samping mendistribusikan susu segar (fresh milk), pengolahan di Koperasi Margo Makmur Mandiri juga makin berkembang melalui diversifikasi produk turunan, seperti susu pasteurisasi dan keju mozzarella. Langkah hilirisasi ini semakin memperkuat nilai tambah produk peternakan kawasan Brau. ​

Jadi Pusat Magang dan Edukasi dari TK hingga Perguruan Tinggi

“Keberhasilan tata kelola peternakan dan koperasi ini pun menarik minat luas dari dunia pendidikan,” imbuhnya.

Munir juga menambahkan, koperasi ini rutin menjadi pusat magang, Praktik Kerja Lapangan (PKL), maupun studi banding bagi berbagai lembaga pendidikan. ​Peserta edukasi berasal dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga tingkat perguruan tinggi.

“Di sini para peserta diajarkan secara langsung tata cara pemeliharaan sapi perah serta proses pengolahan susu yang terstandarisasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari pabrik,” tuntasnya. (dik)

Baca juga:

1.000 Cup Susu Sapi Segar Ludes Sekejap di Festival Nyusu Bareng Dusun Brau

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *