Batu, HaloApaKabar.com – Salah satu terobosan ekonomi kerakyatan diterapkan di destinasi Wisata Dusun Kuliner (WDK), Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Yakni melalui pemberlakuan sistem tanpa sewa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan tersebut.
Ketua Forum Desa Wisata Kota Batu, Mohammad Dadi mengatakan, konsep yang diterapkan adalah bagi hasil berbasis kepercayaan. Hal ini merupakan kebijakan dari Pemerintah desa untuk menempatkan kesejahteraan UMKM dari warga lokal sebagai prioritas utama. Tenan-tenan yang berada di dalam WDK memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memasarkan produk mereka tanpa perlu membayar biaya sewa tempat.
Pengelolaan keuangan menggunakan sistem bagi hasil yang didasarkan pada persentase omset penjualan dan dilandasi atas dasar kepercayaan, kabar Dadi
Dadi menuturkan, tanpa adanya pencatatan digital yang rumit, para pelaku UMKM cukup menyetorkan sekitar 10 persen dari hasil penjualan mereka setiap harinya. Kebijakan ramah UMKM ini membuat berbagai ragam kuliner lokal dapat dinikmati oleh wisatawan dengan suasana yang khas pedesaan. Di dalam area Wisata Dusun Kuliner, para tenan UMKM menjajakan berbagai menu berbeda dan unik, mulai dari Masakan khas Jawa, Batagor Oemah Bandung, Sate, es krim jadul dan berbagai sajian wedang rempah tradisional
Tentunya melalui sistem tanpa sewa ini, para pelaku UMKM lokal merasa sangat terbantu dan bersemangat untuk terus mengembangkan usahanya seiring dengan meningkatnya arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Desa Tulungrejo, tuturnya.
Pemerintah desa dan Fordewi berharap model kolaborasi seperti ini dapat terus menumbuhkan perekonomian kerakyatan. Serta menjadikan UMKM lokal sebagai tuan rumah yang mandiri di tanahnya sendiri.
Pengembangan sektor pariwisata di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tidak hanya berfokus pada keindahan alam dan daya tarik wisatanya saja. Tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat lokal. Itu adalah keinginan dari kepala desa kami, pungkasnya. (dik)






