Batu, HaloApaKabar.com — Dusun Brau, yang terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus menunjukkan daya tarik utamanya sebagai kawasan agrowisata berbasis peternakan sapi perah. Mengusung konsep wisata edukasi, kawasan ini menjadi jujukan favorit bagi wisatawan, khususnya kalangan keluarga.
Menurut Boby Irawan, seorang peternak sekaligus koordinator wisata edukasi susu di Dusun Brau, tren kunjungan wisatawan menunjukkan kenaikan. Memasuki pertengahan tahun hingga akhir Desember, biasanya kunjungan dari kategori keluarga mendominasi. Sementara pengunjung rombongan dalam jumlah besar masih tergolong sedikit.
“Kalau akhir-akhir ini yang sering ke sini keluarga-keluarga. Terus kalau rombongan masih jarang,” kabar Boby saat ditemui di lokasi.
Untuk menyambut para pelancong, pengelola telah menyiapkan paket wisata edukasi terpadu. Aktivitas utama yang ditawarkan meliputi kegiatan keliling kandang peternak untuk melihat langsung proses pemerahan. Selanjutnya berkunjung ke koperasi susu, hingga menengok rumah produksi keju secara langsung.
“Setiap pengunjung yang mengambil paket ini akan mendapatkan fasilitas berupa welcome drink berupa susu segar khas Dusun Brau. Serta pemandu lokal yang siap mendampingi dan memberikan penjelasan mendalam selama kegiatan berlangsung,” terangnya.
Boby menambahkan, durasi kunjungan bervariasi tergantung pada jumlah peserta. Untuk rombongan dengan jumlah relatif banyak, kegiatan biasanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam. Sedangkan kunjungan keluarga dapat selesai dalam waktu sekitar 1 jam.
Sesi Tanya di Area Kandang Menarik Perhatian
Sesi yang paling banyak memakan waktu dan menarik perhatian adalah sesi tanya jawab teknis di area kandang dan rumah produksi.
Tidak hanya menawarkan pengalaman wisata edukasi peternakan, Dusun Brau juga dikenal sebagai produsen olahan susu unggulan, khususnya keju jenis mozzarella. Keunggulan proses produksi di sini terletak pada kualitas bahan baku dan pengawasan ketat yang dilakukan. Dalam sekali siklus produksi, rumah produksi di Dusun Brau mampu mengolah hingga 1.000 liter susu segar.
“Dari jumlah itu, 14 persen nya menghasilkan keju berkualitas tinggi. Hasil olahan keju mozzarella ini tidak hanya dikonsumsi secara lokal, tetapi juga telah menembus berbagai pangsa pasar di luar daerah. Distribusinya mencakup wilayah Jawa secara luas, Yogyakarta, Malang Raya, hingga merambah pulau Bali,” pungkasnya. (dik)





