Batu, HaloApaKabar.com — Delegasi Spekta Flora Festival (SFF) Malang Raya sukses menuntaskan misi penjajakan perdagangan internasional di Timor Leste pada 26–30 Agustus 2026. Lawatan ini membuka peluang besar bagi produk agrikultur dan ekonomi kreatif asal Kota Batu untuk menembus pasar regional Asia Tenggara.
Misi yang berlangsung selama lima hari ini dipimpin oleh Ketua DPC Gekrafs Batu Yanuar Baihaqi, didampingi Ketua IALI Malang Raya Judha Widhita dan Ketua Young Ambassador of Agriculture (YAA) Indonesia Dwi Lili Indayani. Tim SFF melakukan serangkaian pertemuan maraton dengan pengusaha importir, petani lokal, eksportir kopi, hingga mantan Menteri Kominfo Timor Leste, Mr. Akara.
Fokus utama dari kerja sama bilateral ini adalah pengiriman perdana komoditas bunga potong unggulan Kota Batu yang dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026. Pengiriman tersebut juga akan disertai program pendampingan penataan nursery serta pengelolaan produksi bersama para petani setempat.
Rantai Pasok Biji Kopi Khas Timor Leste Menguat
Sebagai bentuk timbal balik komersial dan budaya, delegasi SFF turut memperkuat rantai pasok biji kopi khas Timor Leste. Kolaborasi ini melibatkan edukasi roastery bersama Janus Coffee serta pengembangan agrowisata. Melalui penjajakan kerja sama sister city antara Kota Batu dan wilayah Maubisse.
“Potensi kerja sama ini kian mendesak mengingat Timor Leste bersiap menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2029. Hal ini mendorong keterlibatan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dalam membantu perencanaan tata wilayah Kota Dili,” kabar Dwi Lili Indayani yang juga Sekretaris Gekrafs Batu.
Selain sektor komersial, lawatan ini merumuskan sejumlah program pengembangan sumber daya manusia jangka panjang, yang meliputi: Pelatihan pertanian di Indonesia bagi pemuda tani Timor Leste. Program bridging training dan peningkatan keahlian (upscaling) untuk persiapan pendidikan pertanian di Amerika Serikat. Alih teknologi teknik pertanian organik serta integrasi pertukaran informasi ekspor produk olahan pertanian Kota Batu.
“Hasil site visit ini membuka ruang kolaborasi yang sangat luas, tidak hanya bagi sektor agrikultur seperti bunga potong dan kopi, tetapi juga penataan kawasan wisata dan peningkatan kapasitas pemuda tani,” ujar Dwi Lili Indayani, Kamis (3/9/2026).
Sebagai langkah lanjutan, tim SFF kini tengah mengonsolidasikan hasil kunjungan dengan instansi terkait di tanah air. Sembari merampungkan persiapan ekspor perdana pada Oktober mendatang, pihak SFF juga bersiap menyambut delegasi pariwisata dan agrikultur Timor Leste yang akan melakukan kunjungan balasan ke Malang Raya dalam waktu dekat. (dik)






