Forum Sahabat Gunung menyoroti Pentingnya Kepedulian Pelaku Pariwisata terdahap karhutla Bromo

Muhammad Anshori, Founder Forum Sahabat Gunung.
Muhammad Anshori, Founder Forum Sahabat Gunung. (dik)

Malang, HaloApaKabar.com — Forum Sahabat Gunung menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama para pelaku pariwisata terutama saat kawasan menghadapi krisis seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Founder Forum Sahabat Gunung, Muhammad Anshori menekankan, kontribusi aktif tidak harus menunggu instruksi atau undangan khusus.

Menurut Ori, sapaannya, dukungan bisa diberikan dalam berbagai bentuk yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Bantuan tidak perlu dalam wujud turun langsung ke lokasi kebakaran. Kontribusi ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk penanganan seperti bantuan logistik bagi para petugas pemadam dan distribusi air bersih.

Read More

“Ketersediaan air bersih ini juga jadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran kemarin,” kabar Ori.

Ori juga menuturkan bahwa persoalan minimnya kepedulian tidak hanya muncul saat bencana. Ia berharap muncul kesadaran yang tumbuh secara alami di kalangan pelaku industri pariwisata Jawa Timur. Selain isu kebakaran, pelaku usaha juga dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi wisatawan terkait kepatuhan zonasi konservasi, larangan membuang puntung rokok di padang savana, serta pengelolaan sampah.

“Harapannya ada kesadaran kolektif para pelaku industri pariwisata khususnya di Jatim ini yang tumbuh secara organik,” cetusnya.

Ori menegaskan, kelestarian kawasan konservasi tersebut merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata beban pengelola. Keterlibatan moral dan material ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kelangsungan rumah penghidupan yang selama ini dinikmati bersama. Sebagai industri multi-player dan multi-effect, pariwisata Bromo sangat bergantung pada kelestarian alamnya.

“Kelestarian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bukan hanya tanggung jawab pihak pengelola (TNBTS) semata. Melainkan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang selama ini menikmati manfaat ekonomi dari kawasan konservasi tersebut,” pungkasnya. (dik)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *