Pemkot Malang Kembangkan Wisata Malam Alun-alun Merdeka

Salah satu performance wisata malam interaktif dengan pengunjung dalam Hiber Padhang Bulan di Alun-alun Merdeka Kota Malang.
Salah satu performance wisata malam interaktif dengan pengunjung dalam Hiber Padhang Bulan di Alun-alun Merdeka Kota Malang. (rhd)

Malang, HaloApaKabar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembangkan wisata malam Alun-alun Merdeka Kota Malang. Sebagai magnet baru wisatawan agar betah tinggal lebih lama di Kota Malang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan SSTP MSi mengatakan, wisatawan perlu memiliki lebih banyak pilihan aktivitas setelah menikmati destinasi wisata pagi-sore hari. Wisata malam yang murah, terbuka, dan berbasis potensi lokal, dinilai dapat menjadi alasan tambahan bagi wisatawan untuk betah tinggal lebih lama di Kota Malang.

Read More

“Saat ini Kota Malang masih menjadi destinasi wisata kuliner maupun kota persinggahan sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Adanya wisata malam di Kota Malang dengan hiburan dan lain sebagainya, kami menginginkan masa tinggal wisatawan jadi lebih lama di Kota Malang,” kabar Arif.

Wisata Malam Suguhkan Pertunjukan Musik, Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif

Arif menjelaskan, pengembangan wisata malam Alun-alun Merdeka Kota Malang tidak semata-mata diarahkan untuk menghadirkan pertunjukan musik. Disporapar ingin menggabungkan seni, budaya, musik dan ekonomi kreatif. Sehingga aktivitas wisata malam menjadi bagian pengalaman baru dan berbeda bagi wisatawan selama berada di Kota Malang.

Salah satu ruang yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Alun-Alun Merdeka. Lokasinya berdekatan dengan kawasan Kayutangan Heritage, dinilai dapat memperluas titik aktivitas wisata. Sekaligus memberikan alternatif kegiatan bagi wisatawan pada malam hari.

Pemanfaatan Amfiteater Alun-alun Merdeka sebagai Panggung Pertunjukan 360

Menurut Arif, keberadaan amfiteater di tengah Alun-Alun Merdeka dapat dimanfaatkan sebagai stage/panggung pertunjukan. Konsep tersebut memungkinkan penonton menikmati stage pertunjukan dari berbagai sisi tanpa harus menggunakan panggung konser konvensional.

“Kita lihat sendiri di tengah-tengah alun-alun itu ada air mancur, kalau distop airnya itu bisa menjadi satu panggung amfiteater yang bisa dinikmati. Kebetulan konsepnya kan melingkar, jadi nanti bisa menikmati semua pertunjukan itu 360 derajat dari pusatnya Alun-Alun Merdeka,” jelasnya.

Pemanfaatan ruang tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan satu kali. Disporapar ingin mengembangkan agenda secara berkelanjutan, sekaligus memberikan ruang bagi musisi dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk tampil.

“Ini sebagai trigger saja, sebagai ini lho Malang, akan kita tampilkan terus sambil nanti kita mengangkat musisi-musisi lokal di Kota Malang. Entah itu musik dangdut, musik jazz, musik rock, dan sebagainya, atau pop nanti kita tampilkan di sini. Sebagai ajang tampilnya musisi-musisi yang ada di Kota Malang,” papar Arif.

Libatkan UMKM Binaan Sesuai Tema Agenda

Strategi tersebut dikaitkan dengan penguatan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM. Disporapar bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memberikan ruang kepada UMKM binaan. Untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat dan wisatawan dalam agenda tertentu.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan SSTP MSi, memberikan keterangan pada awak media.
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan SSTP MSi, memberikan keterangan pada awak media. (rhd)

Namun, Arif menegaskan, keterlibatan UMKM bukan berarti membuka kawasan Alun-Alun Merdeka sebagai lokasi berjualan bebas bagi pedagang kaki lima (PKL). Aktivitas UMKM akan disesuaikan dengan agenda dan ketentuan pengelolaan kawasan.

“Khusus untuk acara malam ini, memang kita menampilkan UMKM binaan dari Disporapar sama Diskopindag. Saya sudah pesan, yang jualannya itu berbeda dengan jualan PKL. Jadi memang sudah terdaftar di UMKM-nya binaan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Kopindag,” jelasnya.

Menurut Arif, pelibatan UMKM dalam kegiatan pariwisata memiliki tujuan lebih jauh daripada sekadar mengejar transaksi selama acara. Produk lokal diharapkan mulai dikenal wisatawan dan menjadi bagian dari pengalaman mereka ketika berkunjung ke Kota Malang.

“Artinya kita menampilkan selain kita mengangkat pariwisata, ada multiplier effect yang bisa dirasakan oleh UMKM yang ada di Kota Malang,” ungkapnya.

Hiber Padhang Bulan Agenda Pemantik Wisata Malam

Konsep pengembangan wisata malam tersebut diawali melalui gelaran Hiber Padhang Bulan di Alun-Alun Merdeka, Minggu (4/10/2026) malam. Sekaligus salah satu agenda pemantik Disporapar memanfaatkan ruang publik dengan menggabungkan pertunjukan seni, budaya, musik hingga promosi UMKM. Secara berkelanjutan, pengembangan tersebut diarahkan agar wisatawan memiliki semakin banyak pilihan aktivitas pada sore hingga malam hari.

Dalam gelaran tersebut, rangkaian kegiatan dimulai dengan kesenian Bantengan khas Kota Malang, termasuk penampilan kelompok Bantengan perempuan dari Kecamatan Kedungkandang. Dilanjutkan penampilan kelompok anak-anak difabel dan penyandang disabilitas, band lokal Tugu Amarta dan penyanyi Yeni Inka.

“Pengenalan Hiber Padhang Bulan ini dapat mendorong wisatawan mencari kembali produk lokal ketika berkunjung ke Kota Malang pada kesempatan berikutnya,” harapannya.

Arif mengatakan, konsep pertunjukan dibuat lebih terbuka dengan mengurangi sekat antara penampil dan penonton. Pola tersebut diharapkan menciptakan pengalaman yang lebih dekat, sekaligus memberikan alternatif hiburan malam bagi wisatawan.

Dengan pola tersebut, Disporapar ingin wisata malam menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Kota Malang. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati kuliner atau singgah sebelum menuju destinasi lain, tetapi mendapatkan pengalaman budaya, hiburan, dan produk lokal dalam satu rangkaian perjalanan.

“Jadi wisatawan nanti mengenal budaya, tradisi dan tentunya UMKM kuliner di Kota Malang. Sekaligus menjadi agenda destinasi wisata Kota Malang, yang akan dikenalkan oleh wisatawan dalam negeri maupun mancanegara setelah dari sini,” jelas Arif. (rhd)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *