Malang, HaloApaKabar.com – Konsisten 14 tahun mengusung konsep wisudatainment sejak 2012, Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) hadirkan Fandy ‘Kerispatih’ Santoso dan Guyon Waton menghibur 941 lulusan.
Rektor UIBU, Assoc. Profesor Dr. Nurcholis Sunuyeko MSi mengabarkan, dari total 53.000 alumni sejak era IKIP Budi Utomo, sebanyak 98 persen di antaranya telah terserap di dunia kerja. Lulusan tersebut tersebar di berbagai sektor, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, tenaga pendidik di sekolah dan madrasah, hingga wirausahawan.
“Kami mencanangkan UIBU sebagai perguruan tinggi berorientasi World Class Entrepreneurship University. Kami mengarahkan para mahasiswa dan alumni agar tidak hanya bergantung pada sektor formal atau menjadi pegawai negeri. Tetapi memiliki jiwa mandiri, kreatif, dan pantang menyerah sebagai entrepreneur atau pengusaha muda,” kabar Nurcholis, dalam Wisuda ke-43 IBU: ‘I Always Miss You,’ di Ijen Suites Convention and Hall, Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
Menariknya, pada wisuda kali ini, seluruh wisudawan yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan akademik dapat langsung menerima ijazah secara fisik di hari pelaksanaan. Wisuda ke-43 ini juga memecahkan rekor internal dengan meluluskan 104 mahasiswa dari Program Pascasarjana.
Komitmen UIBU melalui World Class Entrepreneurship University
Disebutkannya, komitmen UIBU melalui World Class Entrepreneur University akan menjadikan hidup lebih hidup dan bermakna bagi masyarakat. UIBU berkomitmen menciptakan karakter tersebut, agar semua alumni dan mahasiswa memiliki jiwa entrepreneurship sejak kuliah.
“Hidup itu adalah entrepreneur, hidup itu adalah berkreasi. Kreativitas itulah yang menjadikan orang berbeda dengan yang lain, bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk banyak orang lain. Punya jiwa mandiri, punya jiwa kewirausahaan, punya jiwa berusaha dan sosial, punya jiwa ikhtiar tak pernah putus,” terang Nurcholis.
Menurutnya, wisudawan kali ini 7 persen telah berwirausaha. Untuk itu, UIBU berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa diarahkan menjadi insan-insan entrepreneur.
“Maka kita canangkan UIBU sebagai perguruan tinggi world class entrepreneurship.” tegasnya.
UIBU Terus Tingkatkan Akreditasi Prodi dan Kampus

Selain fokus pada kesiapan kerja, UIBU terus meningkatkan mutu akademiknya, dengan raihan akreditasi Baik Sekali untuk institusi. Serta pencapaian predikat Akreditasi Unggul bagi Prodi Pendidikan Sejarah dan Prodi Sosiologi.
“Alhamdulillah, universitas mendapat akreditasi baik sekali dan semua program studi akreditasinya juga baik sekali. Pascasarjana, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi, dan Fakultas Teknik sudah terakreditasi baik sekali,” terang Sam Rektor, sapaan akrabnya.
Harapannya, jurusan atau program studi lainnya, dapat berusaha keras agar dapat mengikuti menjadi Akreditasi Unggul.
Nilai Ke-BudiUtama-an Diakui Nasional
Rektor UIBU menambahkan, nilai-nilai Ke-BudiUtama-an yang dipelopori oleh UIBU, kini telah masuk ke dalam kurikulum pembelajaran nasional. Bahkan menjadi rujukan pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara nasional.
“Ini menunjukkan keistimewaan nilai Ke-BudiUtama-an sebagai identitas UIBU juga diakui secara nasional, bahkan dijadikan sebagai rujukan PPG,” tegasnya.
UIBU Tegaskan Kampus Pelopor Wisudatainment Sejak 2012
Terkait konsep acara, UIBU kembali menegaskan identitasnya sebagai pelopor wisudatainment sejak tahun 2012. Pengemasan acara secara menghibur -menghadirkan grup musik populer- ditujukan untuk memberikan apresiasi dan kebahagiaan bagi orang tua dan keluarga wisudawan.
Saya yang pertama kali bahwa wisuda itu tidak harus formal, ada hiburan musik dengan artis nasional, seperti Jamrud, Kerispatih, Guyon Waton dan lainnya. Bahkan pakaiannya, mulai panitia, hingga dosen dan rektornya keren toh, toganya UIBU keren karena desainernya sendiri. Kalau ada kampus lain mengaku wisudatainment satu-satunya itu hoaks dan pembohongan publik, lha saya mulai sejak tahun 2012,” tegas Sam Rektor.
Mahasiswa Peraih Penghargaan Fighting Spirit di Bidang Entrepreneurship Non Akademik dan Akademik
Berikut 16 mahasiswa Peraih Penghargaan Fighting Spirit di Bidang Entrepreneurship Non Akademik:
- Nuril Aisyah Ain (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Dinda Astriana P. (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Halimatus Sakdiyah (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Nasional)
- Illa Dwi Cahyani (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Ria Arifah Budiyanti (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Ispul Maulana (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Rifqy Dwi Agustino Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Gideon Bayu H (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Moh Dema D (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Voli Tingkat Provinsi)
- Muhammad Thoriq A (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Futsal Tingkat Provins Nasional)
- Mabrul Muhammad P.L (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Futsal Tingkat Provins Nasional)
- Nur Fitra Darmawan (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Futsal Tingkat Provins Nasional)
- Agung Tri Prayogo (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Futsal Tingkat Provins Nasional)
- Melfianto Mone (Fighting Spirit di Bidang Olahraga sbg Atlet Bola Futsal Tingkat Provins Nasional)
- Wilda Karima (Fighting Spirit dan Jiwa Entrepeneurship sbg Mahasiswa Womenpreneur UIBU)
- Zunita Thubatussalamah (Fighting Spirit dan Prestasi Tingkat Nasional dbg Pelopor Enterpreneur bidan sosiohistory Tourism melalui Usaha mahasiswa “History Field Trip”)
Berikut 10 mahasiswa Peraih Penghargaan Fighting Spirit di Bidang Entrepreneurship Akademik:
- Dari program Studi Teknik Mesin: Sugiarto dengan IPK 3,84,
- Dari program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi: Ichwanul Muslimin dengan IPK 3,96,
- Dari program Studi Pendidikan Bahasa Inggris: Ahmad Ramadhan dengan IPK 3,93,
- Dari program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Sari Anum dengan IPK 3,99,
- Dari program Studi Pendidikan Biologi: Ava Lailatul dengan IPK 3,99,
- Dari program Studi Pendidikan Ekonomi: Fifin Alvina Alviani dengan IPK 3,95,
- Dari program Studi Pendidikan Sejarah dan Sosiologi: Noviawati Syah Putri dengan IPK 3,95,
- Program Studi Magister Pendidikan Olahraga: Agus Tunggal Adi Winarno dengan IPK 3,93,
- Program Studi Teknik Elektro: Lutfi Ari Humaidi dengan IPK 3,91,
- Program Studi Pendidikan Matematika: Eka Lailatul Fitri dengan IPK 3,97.
(rhd)






