Malang, HaloApaKabar.com – Universitas Negeri Malang (UM) mencatatkan peringkat ke-11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia, serta jajaran 20 kampus terbaik nasional. Tercatat dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026, sekaligus indikator menguatnya reputasi UM dari kualitas akademik hingga dampak riset di tingkat global.
Rincian Indikator Visibility, Transparency, dan Excellence
Wakil Rektor IV UM, Prof Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg mengabarkan, berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, UM berada di peringkat 739 dunia. Pada indikator penilaian, UM menempati peringkat 936 dunia untuk visibility (pengaruh). Kemudian peringkat 2.571 untuk transparency (keterbukaan) dan peringkat 631 untuk excellence (keunggulan riset).
“Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Yakni dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan,” kabar Prof. Munjin, dalam keterangan resminya.
Webometrics: Pemeringkatan 32 Ribu Universitas Dunia
Sebagai informasi, Webometrics merupakan salah satu pemeringkatan perguruan tinggi berskala internasional. Dimana mengevaluasi lebih dari 32 ribu universitas di seluruh dunia. Penilaiannya didasarkan pada tiga indikator utama, yakni visibility dengan bobot 50 persen, transparency sebesar 10 persen dan excellence sebesar 40 persen.
“Pemeringkatan ini bukan tujuan akhir, melainkan konsekuensi dari perbaikan tata kelola kelembagaan berkelanjutan,” imbuhnya.
Kampus Berdampak: Dari Riset ke Manfaat Nyata
Ia menjelaskan, UM terus mengusung visi ‘Kampus Berdampak’. Yaitu memastikan setiap capaian di bidang pendidikan, penelitian dan inovasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Karena itu, berbagai hasil riset yang dihasilkan dosen dan mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi publikasi ilmiah. Namun juga didorong menuju proses hilirisasi agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
“Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM. Sekaligus memperkuat transformasi pendidikan melalui penyebarluasan metode pembelajaran inovatif ke berbagai institusi pendidikan di Indonesia,” tambahnya.
Prof. Munjin juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan capaian ini sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas karya. Begitu juga memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat kontribusi kepada bangsa.
“UM harus terus berkarya, berinovasi dan mengabdi kepada bangsa. Keberhasilan ini memerlukan dukungan seluruh elemen universitas, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan,” pungkasnya. (aan/rhd)






