Malang, HaloApaKabar.com – Ribuan siswa TK hingga SMA se-Kota Malang karnaval keliling Malang Town Square (Matos) dalam Carnival dan Konser Doa se-Kota Malang. Dimulai penampilan marching band dari trotoar depan Matos hingga berakhir aksi pembentangan bendera merah-putih raksasa dan pelepasan ribuan balon di Rooftop Sky Garden Matos, Sabtu (29/8/2026) petang.
Mall Director Matos, Fifi Trisjanti mengatakan, aksi ini menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema ‘Harmoni Indonesia dalam Kasih’ diikuti oleh ribuan siswa TK hingga SMA se-Kota Malang berekspresi layaknya karnaval berkeliling dalam Matos.
“Antusias anak-anak, orang tua dan panitia cukup tinggi, karena ini pengalaman mereka berkeliling dalam mall mengenakan busana tradisional Nusantara. Karena biasanya karnaval itu identik dengan pawai keliling di luar ruangan, sehingga menimbulkan macet, tapi di Matos beda,” kabar Fifi, sapaan akrabnya, Sabtu (28/8/2024) petang.
Menurutnya, Carnival dan Konser Doa se-Kota Malang ini mengajarkan kepada anak-anak penerus bangsa mengerti akan arti kemerdekaan, toleransi, persatuan dan kesatuan. Serta menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan kemasan balutan busana tradisional di Nusantara.
“Carnival dan Konser Doa se-Kota Malang diawali dengan penampilan marching band dari trotoar depan Matos. Hingga berakhir aksi bersama pembentangan bendera merah putih raksasa 6×9 meter dan pelepasan ribuan balon di Rooftop Sky Garden Matos,” imbuh Fifi.
Rangkaian Acara dari Trotoar hingga Rooftop Sky Garden
Secara teknis, rombongan marching band beraksi di trotoar depan Matos menarik perhatian pengguna jalan. Selanjutnya mereka masuk ke dalam Matos untuk menarik pengunjung dengan berkeliling bersama.
Diawali lantai dasar mengajak peserta bersama-sama naik ke lantai selanjutnya. Di lantai tersebut, siswa peserta lainnya langsung mengikuti di belakang rombongan hingga lantai berikutnya sampai Rooftop Sky Garden Matos.
Tak sekadar berkeliling, di setiap lantai mereka menampilkan beberapa lagu nasional dan daerah dengan iringan drum band. Dilanjutkan persembahan beragam tarian masing-masing daerah di beberapa lantai hingga pertunjukan puncak di Rooftop.
“Dilanjutkan doa bersama pendeta dan ditutup pada puncak acara, peserta diajak membentangkan bendera raksasa berukuran 6×9 meter dan pelepasan balon ke udara.
Kali ini melibatkan peserta TK-SMA, serta mahasiswa Kristen dan Katholik sebagai panitia, harapannya tahun depan lebih meriah melibatkan banyak pihak,” tandasnya.
Konsep Karnaval Baru yang Lebih Meriah

Ketua Panitia Carnival & Konser Doa Se-Kota Malang, Ermin Kristianingsih mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak berupa flashmob, tahun ini panitia mencoba menghadirkan karnaval yang dapat dinikmati pengunjung mal.
“Kami memang mau mencoba lain, kalau dulu hanya flashmob, tapi kali ini kita karnaval. Ada marching band sebagai pembuka, kemudian karnaval di dalam mal, dan berakhir pelepasan balon. Konsep seperti ini belum pernah kami lakukan sebelumnya,” kata Ermin.
Semua pertunjukan diperankan oleh anak-anak Sekolah Minggu jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK sederajat. Ada beberapa penampilan dari Athena Flame, Kimaru Band dari Surabaya, Jo Andi, Taji, hingga penari-penari anak-anak.
“Pastinya Matos jadi ramai, semua jadi terhibur, semuanya jadi senang,” tandas Ermin. (rhd)



