Malang, HaloApaKabar.com – Barikan Anak Nusantara (BAN) V mengenalkan toleransi, budaya lokal dan semangat nasionalisme kepada anak-anak sejak dini. Digagas Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKUB) Kota Malang, Barikan Anak Nusantara (BAN) V digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Diikuti sekitar 350 anak dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP, mempertemukan anak-anak dari berbagai agama dan aliran kepercayaan.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengabarkan, tradisi barikan merupakan bagian budaya masyarakat Malang yang memiliki nilai kebersamaan dan rasa syukur. Karena itu, tradisi tersebut dinilai penting untuk terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda.
“Barikan ini merupakan tradisi dan budaya masyarakat, khususnya masyarakat Malang, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia. Ini menjadi tradisi yang baik dan harus kita rawat,” kabar Wahyu di sela kegiatan di Alun-Alun Merdeka, Sabtu (16/08/2026) sore.
Anak-Anak Lintas Agama Berkumpul di Alun-Alun Merdeka
Menurut Wahyu, keterlibatan anak-anak dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut. Pertemuan di ruang publik seperti Barikan Anak Nusantara dinilai dapat mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga kerukunan di Kota Malang.
Sementara, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengapresiasi, peningkatan jumlah peserta dan konsep kegiatan. Dengan menjadikan ruang publik sebagai tempat belajar tentang kebhinnekaan.
“Anak-anak kita diingatkan bahwa kita ini beragam, tetapi disatukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini mengenalkan akar budaya sekaligus membumikan kebhinnekaan secara nyata,” kata Mia, sapaan akrabnya.
Mia menilai, pengalaman tersebut penting bagi anak-anak, karena mereka dapat belajar langsung perbedaan agama dan latar belakang bukan penghalang hidup bersama. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan ketika seluruhnya berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia.
Melihat antusiasme peserta yang terus meningkat, Mia mendorong agar Pemkot Malang bersama FKUB mempertahankan dan mengembangkan Barikan Anak Nusantara. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat terus digelar secara rutin sebagai bagian dari edukasi kebinekaan bagi generasi muda.
Disisi lain, Sekretaris Jenderal FKUB Kota Malang, Pendeta David Tobing mengatakan, Barikan Anak Nusantara telah diinisiasi sejak 2022. BAN menjadi cara FKUB memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak tentang arti toleransi dan kecintaan terhadap tanah air.
Keterlibatan Anak sebagai Subjek, Bukan Sekadar Objek
“Kami merancang acara ini, agar anak-anak tidak sekadar menjadi objek, tetapi menjadi subjek. Mereka mengambil peran dalam doa, parade hingga menyanyikan lagu-lagu nasional,” jelas David.
Menurutnya, pengalaman langsung menjadi penting di tengah derasnya arus informasi yang diterima anak-anak melalui media sosial. Melalui kegiatan bersama, mereka tak hanya mendapatkan pemahaman tentang keberagaman, tetapi juga belajar mempraktikkan toleransi kehidupan sehari-hari.
Ikrar Anak Nusantara: Komitmen Jaga Persatuan
Rangkaian Barikan Anak Nusantara V ditutup dengan pembacaan Ikrar Anak Nusantara sebagai simbol komitmen bersama generasi muda Malang. Dalam menjunjung Pancasila, mencintai Indonesia, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. (ws15/rhd)



