Banyuwangi, HaloApaKabar.com — Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan daya tarik baru di peta pariwisata nasional. Kali ini, sebuah destinasi tersembunyi (hidden gem) bernama Green Island sukses mencuri perhatian para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menawarkan lanskap gugusan pulau karang, air laut yang jernih, hingga sentuhan seni budaya lokal, tempat ini dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Banyuwangi”. Secara geografis, Green Island terletak di kawasan pesisir selatan Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Lokasinya berjarak sekitar 75 kilometer atau setara dengan dua jam perjalanan berkendara dari pusat kota Banyuwangi.

Keindahan utama yang ditawarkan Green Island
Panorama alamnya yang masih sangat asri dan “perawan”. Setibanya di perairan pulau ini, wisatawan akan langsung disambut oleh gradasi warna air laut yang memukau—perpaduan antara biru tua di bagian dalam dan hijau toska yang jernih sebening kristal di area tepian. Ditambah dengan hamparan pasir putih yang lembut serta hijaunya vegetasi di atas pulau-pulau kecil, lanskapnya sekilas mengingatkan kita pada kawasan wisata populer Piaynemo di Raja Ampat, Papua.
”Green Island menawarkan ragam aktivitas menarik bagi para pencinta petualangan alam seperti Trekking ke Puncak Bukit. Dari puncak bukit ini, wisatawan dapat melihat pemandangan 360 derajat gugusan pulau kecil dan bentangan laut lepas Samudera Hindia yang luar biasa indah,” kabar Andika Rahmat Hidayat, Pemandu wisata lokal Banyuwangi.
Selain itu, lanjut Andika, perairan di sekitar Green Island terkenal jernih dengan ekosistem laut yang terjaga. Wisatawan dapat menyelam untuk menyaksikan keindahan terumbu karang yang warna-warni serta aneka ikan kecil yang berenang lincah. Ada juga yang unik dan spesial dalam pengalaman berwisata di Green Island, dimana pada momen-momen tertentu, wisatawan dapat menikmati suguhan eksklusif berupa pementasan Tari Gandrung.
“Kesenian tradisional ikonik kebanggaan masyarakat Suku Osing Banyuwangi ini digelar di panggung mini di area terbuka alam dengan latar belakang lautan dan pulau yang indah. Alunan musik gamelan khas Banyuwangi yang berpadu dengan deburan ombak dan keindahan panorama bahari memberikan pengalaman magis serta kesan mendalam yang tidak ditemukan di destinasi wisata lainnya,” ungkap Ketua DPC HPI Banyuwangi ini.
Bagi Pemburu Konten Estetis
Terdapat spot batu karang unik yang langsung menghadap ke laut lepas. Spot ini menjadi salah satu latar favorit wisatawan untuk mengabadikan momen kunjungan mereka. Untuk dapat menginjakkan kaki di surga tersembunyi ini, perjalanan dimulai dengan mengarahkan kendaraan menuju Pantai Mustika Pancer.

“Setibanya di area pantai, wisatawan dapat langsung menuju pos atau dermaga lokal untuk memanfaatkan layanan penyeberangan resmi. Cara menuju Green Island dari Pantai Mustika adalah dengan menggunakan perahu motor sewaan milik nelayan setempat. Perjalanan laut ini memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit menyusuri perairan selatan,” imbuhnya.
Meskipun sebagai kawasan wisata alam, fasilitas umum di Green Island terbilang masih sangat terbatas. Belum tersedia toilet umum, warung makan, maupun penginapan tetap di pulau ini. Oleh karena itu, para pelancong yang ingin berkunjung diimbau untuk mempersiapkan kebutuhan logistik secara mandiri, seperti membawa air minum, pakaian ganti, perlengkapan snorkeling, serta kantong sampah pribadi.
”Pesan utama bagi para pengunjung adalah menjaga kelestarian alam. Jangan meninggalkan apa pun selain jejak kaki, dan jangan mengambil apa pun selain foto,” pungkasnya. (dik)
Tertarik memasukkan destinasi eksotis ini ke dalam daftar liburan Anda berikutnya? Indonesia itu indah. Jangan di rumah aja.

