Batu, HaloApaKabar.com — Dentingan senjata jenis floret, sabel, dan degen, saling beradu di bawah sorot lampu GOR Gajah Mada, Kota Batu, Minggu (27/9/2026). Hal ini menandai berlangsungnya East Java Open Fencing Championship 2026 yang digelar selama 3 hari, 25-27 September 2026.
Ketua Umum Pengprov Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Jawa Timur masa bakti 2023–2027, Agung Setiawan, mengungkapkan, ajang ini menjadi rangkaian dari Jatim Series Seri 2. Ajang ini berhasil menyedot antusiasme tinggi dari insan olahraga anggar tanah air. Tercatat sekitar 300 atlet ambil bagian, tidak hanya dari internal Jawa Timur, melainkan juga dari berbagai provinsi luar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
“Kegiatan ini untuk menjaring potensi Atlit Anggar secara maksimal dari berbagai lapisan usia,” kabarnya.
Kategori Usia dan Nomor yang Dipertandingkan
Agung menjelaskan, adapun kelompok kelas dan senjata yang pertandingkan antara lain Kelompok Usia 12 (U12) yang mempertandingkan nomor Floret.
Kelompok Usia 14 (U14) mempertandingkan nomor Floret, Sabel, dan Degen dan Kelompok Usia 18 (U18) mempertandingkan nomor Floret, Sabel, dan Degen.
“Hari ini (27/9/2026 dipertandingkan Kategori Senior dengan kategori nomor Floret, Sabel, dan Degen,” terangnya.
Batu Loncatan Menuju Kejurprov, Porprov, dan Pra-PON 2027
Agung menuturkan, kejuaraan di Kota Batu ini merupakan kelanjutan sukses dari seri pertama yang sebelumnya dihelat di Mojokerto. Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi, pelaksanaan Jatim Series 2 memiliki agenda pembinaan yang sangat terstruktur dan berjenjang. Ia menjelaskan bahwa ajang ini dipersiapkan secara matang sebagai batu loncatan menghadapi Kejurprov akhir tahun ini, serta menatap gelaran Porprov dan Praporprov tahun depan.
“IKASI Jatim menaruh harapan besar agar kejuaraan ini mampu memunculkan bibit-bibit atlet muda baru yang kompetitif. Para atlet potensial ini nantinya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Jawa Timur pada ajang Pra-PON 2027 mendatang,” tegas Agung.
Kejuaraan Mandiri tanpa Suntikan Dana Pemerintah
Keberhasilan mengeksekusi acara besar ini dalam waktu singkat membuktikan kuatnya semangat dari pihak penyelenggara. Di akhir acara, pihak panitia menyampaikan apresiasi mendalam kepada sejumlah pihak.
“Terimakasih kepada Pemerintah Kota Batu selaku tuan rumah, jajaran KONI, IKASI Batu, serta event organizer yang telah bahu-membahu mengawal kesuksesan kompetisi anggar ini,” pungkasnya.
Di balik kemeriahan dan ketatnya persaingan di atas piste (arena tanding), tersimpan sebuah kisah. Kejuaraan akbar ini murni berjalan dengan anggaran dan biaya mandiri, tanpa ada suntikan dana dari pemerintah daerah maupun dana hibah institusi tertentu. Kendati dengan masa persiapan yang relatif singkat, kejuaraan ini tetap berjalan dengan baik. (dik)






