Kreativitas Tanpa Batas, SLB Eka Mandiri Angkat Tempe Kacang Khas Kota Batu Menuju Kota Gastronomi Dunia

Salah satu hasil karya siswa SLB Eka Mandiri
Salah satu hasil karya siswa SLB Eka Mandiri. (dok.SLB Eka Mandiri)

Batu, HaloApaKabar.com — Semangat inklusivitas dan kreativitas memancar dari ajang tahunan yang digelar oleh SLB Eka Mandiri. Mengusung tema “Cita Rasa Lokal Karya Anak Spesial: Kreasi Kuliner Tempe Kacang Khas Kota Batu”, sekolah ini sukses menggelar perhelatan akbar sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap visi Batu Road to Gastronomy City.

Kegiatan yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut ini bukan sekadar pameran biasa. Kepala SLB Eka Mandiri, Adi Indra Prasetyo, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan acara ini adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta kemandirian finansial bagi murid berkebutuhan khusus.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali anak-anak agar kelak menjadi entrepreneur disabilitas yang mandiri di masyarakat, sekaligus mengenalkan potensi pangan lokal khas Kota Batu yaitu tempe menjes/kacang yang tidak ditemukan di kota lain,” ungkap Adi, Jumat, (25/9/2026) di sekolahnya.

Integrasi Kurikulum dan Inovasi Menu

Adi menjelaskan, persiapan acara ini telah diintegrasikan secara matang ke dalam kurikulum sekolah selama kurang lebih dua minggu. Dibimbing langsung oleh para guru, para siswa berhasil menciptakan berbagai menu inovasi makanan dan minuman yang unik, lezat, dan bernilai jual tinggi:

  • Bakso Metal (Bakso Menjes Total): Menu bakso di mana adonan bakso, isian gorengan, hingga tahunya menggunakan campuran tempe menjes.
  • Blommis Bean Stick (Stik Tempe): Olahan ala steak di mana komponen dagingnya dikombinasikan menggunakan 70 persen tempe kacang dan 30 persen daging.
  • Satempe (Sate Tempe): Tempe kacang dipotong menyerupai sate daging, digoreng, lalu dibakar dengan bumbu sate beraroma khas.
  • Burger Metu (Burger Menjes Tu): Burger dengan bahan utama tempe menjes, dengan harapan kuliner khas Batu ini bisa “keluar” dan dikenal di seluruh Indonesia..
  • Teman Bapper (Tempe Menjes Geprek): Menu geprek berbahan dasar tempe menjes yang disajikan bersama kol, tahu, tempe biasa, serta kangkung krispi
  • Minuman Empon-Empon: Berbagai sajian minuman tradisional dan modern berbasis rempah, seperti mojito blue ocean, cendol telang, senja kece, hingga berry ross.

Konsep Acara Holistik: Kuliner, Edukasi, dan Seni

Dukungan langsung dari Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu yang hadir di SLB Eka Mandiri

Adi melanjutkan, ​perhelatan luar biasa ini melibatkan sekitar 80 peserta didik mulai dari jenjang SDLB, SLB, hingga SMALB. Acara dikemas secara holistik dan interaktif melalui beberapa aktivitas utama diantaranya ​Live Cooking & Plating.

“Anak-anak memasak secara langsung di tempat dan menyajikan hidangan di piring sesuai dengan pesanan dari para tamu undangan,” ujarnya.

Selain itu, tamu undangan juga disuguhi pertunjukan seni dari para siswa, mulai dari menyanyi, fashion show, tarian, hingga penampilan kreatif lainnya. Dengan demikian, pertunjukan ini memberikan pengalaman yang mendalam bagi para tamu yang hadir.

“Mereka (tamu undangan) tidak hanya menikmati kelezatan makanan, tetapi juga disuguhkan talenta luar biasa dari anak-anak berkebutuhan khusus,” Imbuhnya.

Konsep Acara Holistik: Kuliner, Edukasi, dan Seni

Acara ini turut dihadiri oleh jejaring luas SLB Eka Mandiri, termasuk orang tua siswa, unsur pemerintah daerah dan pusat seperti BPSDA, Diskomperindag, PLUT. Hadir pula Kementerian UKM (Deputi Bidang Ekosistem Bisnis UKM beserta staf) serta berbagai komunitas kreatif seperti Komite Ekonomi Kreatif dan Batu Creative Hub (BCH).

“Harapannya nanti dibantu teman-teman kreatif Kota Batu, kegiatan ini bisa melangkah lebih luas lagi. Pada tahun keempat mendatang, kami menargetkan kegiatan ini dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar Kota Batu,”* pungkas Adi optimistis. (dik)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *