Pariwisata Labuan Bajo Tetap Beroperasi Normal

Salah satu kegiatan wisata dengan Speed Boat di kawasan wisata Labuan Bajo.
Salah satu kegiatan wisata dengan Speed Boat di kawasan wisata Labuan Bajo. (dok.Floresholiday.id)

Labuan Bajo, HaloApaKabar.com — Sektor pariwisata di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan tetap berjalan normal dan aman bagi para pelancong menyusul insiden gempa bumi baru-baru ini. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Syaif, perwakilan dari Flores Holiday Indonesia, guna memberikan rasa tenang bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut pemetaan penanganan pascabencana, pusat gempa tercatat berada di wilayah Manggarai (Nagekeo) dengan dampak geografis yang terkonsentrasi di kawasan Manggarai serta Manggarai Timur. Sementara itu, wilayah Manggarai Barat, khususnya Kota Labuan Bajo, berada pada radius jarak yang relatif aman dari titik episentrum.

Read More

“Aktivitas wisata bahari masih normal. Tidak ada larangan pelayaran sampai saat ini,” kabar Syaif.

Wisata Bahari dan Pelayaran Tetap Normal

Syaif menerangkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan wisata laut dan pelayaran di perairan Labuan Bajo sama sekali tidak mengalami pembatasan. Mengingat sektor pariwisata utama di kawasan ini bertumpu pada keindahan alam bahari. Oleh karena itu, kelancaran operasional kapal wisata menjadi prioritas yang terus dipantau.

Selain jalur laut yang sepenuhnya terbuka, sektor transportasi udara juga dilaporkan tidak menemui kendala berarti. Seluruh jadwal penerbangan menuju Bandara Komodo beroperasi seperti biasa.​ Hingga saat ini, pemerintah maupun asosiasi pariwisata setempat tidak memberlakukan travel warning bagi kunjungan ke Labuan Bajo.

Tidak Ada Travel Warning ke Labuan Bajo

Kendati kawasan pesisir dan pusat kota dipastikan aman, pihak pengelola pariwisata memberlakukan penyesuaian khusus pada rute perjalanan darat. Langkah preventif ini diambil semata-mata untuk mengutamakan faktor keselamatan wisatawan dari potensi risiko susulan. Dimana Jalur transportasi darat yang mengarah ke Ruteng, Wae Rebo, dan wilayah pegunungan yang mendekati titik rawan gempa ditutup sementara waktu.

“Penutupan jalur dilakukan karena terdeteksi adanya beberapa titik rawan longsor, khususnya di sekitar daerah Reo, Borong, dan Ruteng yang terdampak langsung. Meskipun ada pembatasan rute wisata darat tertentu, jalur logistik dan distribusi bantuan kemanusiaan tetap dapat berjalan lancar tanpa hambatan total,” imbuhnya.

Syaif kembali menegaskan, wisata di Labuan Bajo yang berbasis laut intinya tetap normal. Tapi yang mengarah ke Wae Rebo atau Ruteng ke atas sementara ditutup karena mendekati daerah rute gempa dan antisipasi longsor.

“Dengan penanganan yang terukur dan lokalisasi dampak gempa di luar kawasan pesisir utama, aktivitas kunjungan wisatawan di Labuan Bajo kini telah berangsur pulih, normal, dan terpantau kondusif,” pungkasnya. (dik)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *