UMM Terjunkan 4.134 Mahasiswa KKN 2026 ke Daerah hingga Lintas Negara

Foto UMM terjunkan ribuan mahasiswa KKN Berdampak ke daerah hingga lintas negara, ditandai penyerahan tanaman pangan dukung ketahanan pangan dalam KKN.
UMM terjunkan ribuan mahasiswa KKN Berdampak ke daerah hingga lintas negara, ditandai penyerahan tanaman pangan dukung ketahanan pangan dalam KKN. (dok. Humas UMM)

Malang, HaloApaKabar.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terjunkan 4.134 mahasiswa tangguh dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 ke pelosok daerah hingga lintas daerah. Mengusung semangat Kampus Inovasi, Mandiri dan Berdampak, pelepasan pengabdian berskala nasional hingga internasional ini difokuskan secara tajam pada penguatan masyarakat desa.

Empat Skema KKN UMM 2026

Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi menegaskan, KKN pada hakikatnya adalah laboratorium sosial nyata bagi akademisi. Kondisi lapangan akan menuntut mahasiswa mengimplementasikan teori akademik, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejalan tiga pilar utama Kampus Putih. Yakni Excellence Solution Service, Industrial Partnership, dan Talent Incubator.

Read More

“Program ini pada prinsipnya adalah upaya mewujudkan gerakan nyata yang sistematis dan holistik. Agar kelak terbentuk pribadi berkarakter tangguh yang mampu memberi solusi bagi kemajuan kehidupan masyarakat,” kabar Prof Nazar, sapaan akrabnya, di Dome UMM, Selasa (28/7/2026).

Mahasiswa Diminta Adaptif dan Hadirkan Solusi

Disebutkannya, mahasiswa diminta mampu beradaptasi dengan budaya setempat dan membangun kedekatan dengan warga. Serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan, mulai literasi keuangan, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi secara bijak

“Langkah strategis ini direalisasikan melalui pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) secara komprehensif. Serta optimalisasi potensi lokal yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Penyebaran ribuan mahasiswa ini dirancang sistematis melalui empat skema utama yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Skema KKN meliputi:

• KKN Muhammadiyah Aisyiyah (MAs), diikuti oleh 1.707 peserta dari 58 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.
• KKN Reguler Berdampak, diikuti 2.370 mahasiswa yang berpartisipasi masif,
• KKN Internasional Berdampak, melibatkan 57 mahasiswa di luar negeri.
• KKN GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem), diikuti 10 mahasiswa unggulan guna mengatasi permasalahan sosial di pelosok NTT.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab institusi terhadap perlindungan keselamatan, Kampus Putih memastikan seluruh peserta terjamin oleh asuransi BPJS secara penuh. Berlaku selama masa pengabdian berlangsung di berbagai daerah.

Dukungan penuh pelaksanaan KKN disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE MM. Menurutnya, pelaksanaan KKN menjadi bentuk nyata transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak. Dimana perguruan tinggi tidak cukup menghasilkan lulusan, tetapi harus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kalian adalah agen perubahan yang harus menghadirkan kompetensi dan kepedulian. Sehingga manfaat pendidikan tinggi benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Prof Dyah, sapaan akrabnya.

Senada, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Budaya dan Olahraga, Prof Dr H Irwan Akib MPd mengingatkan, keberhasilan KKN. Dimana tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pengabdian bukan terletak pada tebalnya laporan kegiatan. Tetapi sejauh mana kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangnya. (ist)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *