New Jersey, HaloApaKabar.com – Usai menundukkan Argentina 1-0, Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026, sekaligus mencetak segudang rekor bersejarah. Gelar kedua La Furia Roja mengakhiri penantian 16 tahun dan memecahkan rekor 38 pertandingan tanpa kekalahan.
Kemenangan di MetLife Stadium menegaskan dominasi generasi baru Spanyol sebagai penguasa Eropa dan dunia secara bersamaan. Dengan hanya kebobolan 1 gol selama 32 babak besar.
Jalannya Pertandingan Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu menjadi pembeda dalam laga yang didominasi sepenuhnya oleh Spanyol. Gelar juara Piala Dunia kali kedua bagi Spanyol, setelah penantian 16 tahun sejak keberhasilan mereka menjuarai edisi 2010 di Afrika Selatan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil alih kendali permainan. Penguasaan bola membuat Argentina lebih banyak bertahan dan mengandalkan permainan fisik.
Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika Lamine Yamal melepaskan tembakan yang masih mampu diamankan kiper Argentina, Emiliano Martinez. Mikel Oyarzabal nyaris membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui sepakan first time dari depan kotak penalti. Namun, lagi-lagi Martinez tampil sigap mengamankan gawang Argentina.
Petaka menghampiri Albiceleste menjelang turun. Bek andalan Lisandro Martinez mengalami cedera paha kanan dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-43. Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata
0-0.
Memasuki babak kedua
Spanyol terus menekan, sedangkan Argentina kesulitan keluar dari tekanan. Dani Olmo, Ferran Torres, Pedri, Pau Cubarsi, hingga Aymeric Laporte bergantian mengancam gawang lawan. Namun Emiliano Martinez tampil luar biasa dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Luis de la Fuente kemudian memasukkan Nico Williams dan Mikel Merino untuk meningkatkan intensitas serangan. Pergantian tersebut membuat pertahanan Argentina semakin tertekan.
Situasi semakin berat bagi Argentina ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada menit ke-94. Bermain dengan sepuluh pemain membuat Albiceleste semakin sulit mengimbangi dominasi Spanyol.
Babak tambahan waktu menjadi panggung penentuan. Nico Williams sempat mencetak gol pada menit ke-96. Namun dianulir wasit, karena Ferran Torres lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Otamendi dalam proses serangan.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-106. Nico Williams memenangkan duel udara di tiang jauh dan menyundul bola ke arah Ferran Torres. Penyerang bernomor punggung 7 itu melepaskan sepakan voli kaki kiri yang meluncur deras ke pojok atas gawang Argentina.
Ferran bahkan sempat mencetak gol kedua pada menit ke-113, tetapi kembali dianulir karena offside. Di sisa pertandingan, Argentina mencoba tampil lebih menyerang. Namun seluruh upaya tersebut gagal membuahkan hasil, hingga peluit panjang berbunyi.
Spanyol Catat Berbagai Rekor Bersejarah
Kemenangan ini terasa sangat layak bagi Spanyol. Berdasarkan statistik pertandingan, mereka menguasai bola hingga 68 persen, melepaskan 20 tembakan dengan 11 mengarah ke gawang. Sebaliknya, Argentina hanya mampu mencatatkan tiga tembakan sepanjang laga dan tidak satu pun tepat sasaran.
Selain mengangkat trofi, Spanyol juga menorehkan sejumlah rekor bersejarah. Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan 1 gol sepanjang 8 pertandingan di Piala Dunia 2026.
Tak hanya itu, Spanyol juga memborong penghargaan individu. Di antaranya:
• Gelar Pemain Terbaik (Golden Ball) diberikan kepada sang kapten Rodri.
• Kiper Terbaik (Golden Glove) diraih Unai Simón, dan
• Pemain Muda Terbaik disabet Pau Cubarsí.
Keberhasilan tersebut juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan secara beruntun. Catatan itu melampaui rekor Italia yang sebelumnya bertahan dengan 37 laga tanpa kekalahan.
Menariknya, satu-satunya tim yang gagal dikalahkan Spanyol sepanjang turnamen justru debutan Cape Verde yang menahan mereka 0-0 pada laga pembuka fase grup. Setelah hasil imbang tersebut, Spanyol menyapu bersih seluruh pertandingan hingga mengangkat trofi juara.
Gelar Piala Dunia 2026 ini melengkapi dominasi generasi baru Spanyol yang sebelumnya sukses menjuarai Euro 2024. Dengan demikian, Spanyol menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu menyandang status juara Eropa, sekaligus juara dunia secara bersamaan.
Tambahan satu bintang di jersey membuat Spanyol kini mengoleksi dua gelar Piala Dunia. Hal ini menyamai koleksi Prancis dan Uruguay, serta bergabung dalam daftar 7 negara yang telah meraih sedikitnya dua trofi Piala Dunia. (aan/rhd)

