Rektor UMM Dorong 541 Maba FiksFar Jadi Problem Solver

Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi, menjawab pertanyaan awak media.
Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)

Malang, HaloApaKabar.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dorong 541 mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FiksFar) jadi problem solver.

Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi mengabarkan, UMM saat ini tengah bertransformasi dari knowledge provider menuju problem solver. Dengan berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan menuju Excellence Solution Center. Sekaligus menjaga semangat tranformasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) ke Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FiksFar).

Read More

“Perguruan tinggi didorong tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga aktif menghadirkan aksi nyata dan solusi bagi kehidupan umat manusia serta masyarakat luas,” kabar Prof. Nazar, sapaan akrabnya, dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) 2026, di Kampus II UMM, Rabu (9/9/2026).

Rektor UMM bersama jajaran Dekanat FiksFar saat Safari Rektor salam Pesmaba UMM 2026.
Rektor UMM bersama jajaran Dekanat FiksFar saat Safari Rektor salam Pesmaba UMM 2026. (rhd)

Pesmaba UMM 2026 mengusung semangat ‘Gen 26 UMM, Excellence Solution Future! UMM: Inovasi, Mandiri, dan Berdampak!’ Sebagai panduan Maba FiksFar UMM dalam menjalani kehidupan akademik, Prof. Nazaruddin memperkenalkan falsafah ‘5 S’. Kelima poin tersebut meliputi:

  • selamat bergabung dan menikmati UMM,
  • selamat belajar,
  • selamat bercita-cita setinggi-tingginya,
  • selamat berdoa, salat, dan bekerja keras, serta
  • selamat berinteraksi dan meraih prestasi.

“Saya berpesan, agar mahasiswa aktif membangun relasi sosial yang sehat, serta menyeimbangkan doa dengan kerja keras nyata,” tegasnya.

Tranformasi FIKES menjadi FiksFar UMM.

Dekan FIKSFAR UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati SSi SpFRS menjelaskan, FIKES resmi bertransformasi FiksFar berdasarkan SK Rektor UMM per 20 Juli 2026. Sebagai kebijakan strategis memperluas cakupan dan pengembangan keilmuan di bidang kesehatan dan kefarmasian di UMM.

“UMM bergerak dari sekadar tempat belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan menuju lembaga yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat di bidang kesehatan. Perubahan ini dilakukan, agar kampus putih semakin dekat dan memahami kebutuhan masyarakat tanpa ada kesenjangan,” ucap Ida, sapaan akrabnya.

FiksFar UMM saat ini menaungi enam program studi (prodi) yang mencakup jenjang sarjana beserta program profesi. Di antaranya:

  • S1 Keperawatan dan Profesi Ners,
  • S1 Farmasi dan Profesi Apoteker, serta
  • S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis.

“Ke depan, fakultas ini juga berencana terus menambah dan mengembangkan rumpun keilmuan kesehatan lainnya,” terangnya.

Tema Pesmaba FiksFar UMM 2026

Pesmaba FiksFar UMM 2026 mengusung tema GREEN SEED: Growing EcoGenZ, bagian upaya menyelaraskan kegiatan fakultas dengan green and clean yang dikembangkan UMM. Sebagaimana tema Pesmaba UMM ‘Gen26 UMM: Green and Clean: Tanpa Sampah, Kampus Indah, Lingkungan Terjaga.

“Semua kegiatan ini meminimalisir tidak ada plastik, jadi green and clean. Adik-adik belajar menggunakan tumbler, makanan menggunakan box kertas bukan plastik,” jelas Ida.

Tahun ini, FiksFar UMM menampung 541 maba, terbagi

  • S1 Farmasi: 187 Maba
  • S1 Fisioterapi: 207 Maba
  • S1 Keperawatan: 147 Maba

Disebutkannya, para maba FiksFar UMM berasal dari berbagai penjuru Indonesia, didominasi oleh pendaftar asal Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Serta berbagai wilayah luar Jawa, seperti Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Termasuk lima mahasiswa penerima beasiswa kerja sama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, khusus menempuh prodi Farmasi dan Keperawatan UMM.

“Kami tidak hanya sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Seluruh kurikulum dirancang agar terintegrasi dengan kebutuhan industri dan pelayanan kesehatan primer,” ujarnya.

Dorong Karir Internasional dan Serapan Kerja

FiksFar UMM mencatatkan keunggulan melalui jaringan kerja sama internasional. Lulusan prodi Keperawatan dan Fisioterapi telah banyak terserap di pasar kerja luar negeri, seperti Jerman, Austria, Belanda, Jepang, hingga kawasan Timur Tengah. Untuk program kerja ke Jerman, UMM memfasilitasi pelatihan bahasa Jerman gratis selama satu tahun.

“Guna mendukung kelancaran karir internasional sejak dini, UMM juga memperluas cakupan program Foreign Language for Student (FLSP) bagi mahasiswa S1. Melalui program ini, mahasiswa dapat memilih fokus bahasa asing sesuai tujuan karirnya, seperti bahasa Jerman atau Jepang, di samping bahasa Inggris,” ungkap

Henik Tri Rahayu SKep Ns MS PhD, Wakil Dekan II UMM.

Di tingkat lokal dan nasional, alumni FiksFar UMM juga memiliki daya saing tinggi. Kebutuhan tenaga fisioterapis di tingkat Puskesmas yang diwajibkan pemerintah turut melesatkan animo pendaftar. Sementara itu, lulusan Keperawatan dan Farmasi banyak diserap di rumah sakit, industri kefarmasian, hingga membuka klinik dan apotek mandiri.

“Salah satu terobosan strategis, dengan berdirinya pabrik infus bermerek Suryavena di kawasan Karangploso pada tahun 2027. Hal itu menjadi bagian dari hilirisasi riset dan keilmuan kesehatan kampus UMM,” imbuh Heni, sapaan akrabnya.

Strategi Kelulusan Tepat Waktu 3,5 Tahun

Untuk menjamin kualitas dan ketepatan masa studi, FiksFar UMM menerapkan skema kurikulum responsif dan sistem ekuivalensi tugas akhir. Di antaranya:

  • Studi 3,5 Tahun
    Mahasiswa dengan IPK di atas 3,5 diberi kesempatan mengambil hingga 24 SKS per semester, sehingga dapat menyelesaikan seluruh beban kuliah teoritis pada semester 7.
  • Ekuivalensi Skripsi
    Skripsi tidak hanya terbatas pada penelitian konvensional. Karya ilmiah yang berhasil menembus jurnal bereputasi atau memenangi kompetisi ilmiah nasional/internasional dapat diekuivalensikan sebagai tugas akhir melalui jalur diseminasi.
  • Pendampingan Ketat & Sistem Terintegrasi
    Setiap mahasiswa didampingi oleh dosen wali dengan pemantauan berkala minimal dua kali semester. Pemantauan akademik juga didukung oleh sistem ‘MyParents’ yang memungkinkan orang tua memantau perkembangan nilai anak secara langsung.

“Penyebab utama mahasiswa tertunda lulus biasanya lantaran skripsi yang tertunda, karena itu, kami menerapkan evaluasi sejak semester 3. Mahasiswa yang berpotensi lulus 3,5 tahun, kami beri perlakuan khusus. Begitu pula mahasiswa yang membutuhkan pendampingan ekstra agar tidak tertinggal,” tandas Ida. (rhd)

Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *