Malang, HaloApaKabar.com — Industri kreatif pengisian suara (voice over) terus menunjukkan geliatnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligenceAI). Menjawab tantangan tersebut, Voice Institute Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) serta Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Menggelar Road to Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2026 Chapter Malang, Rabu (7102026).
Berlangsung di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Unmer Malang, ajang ini hadir untuk membekali para mahasiswa dengan wawasan mendalam mengenai teknik dasar voice over dan voice acting. Project Manager Road to WVI 2026 Malang, Hardita Lestari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan roadshow di lingkungan akademis Malang bertujuan untuk mengasah potensi generasi muda agar siap berkiprah di panggung kreatif nasional.
Kami sengaja merangkul institusi pendidikan tahun ini untuk mendorong lahirnya talenta muda daerah yang siap berkarya di industri kreatif nasional, kabar wanita yang akrab disapa Dita tersebut.
Tema Authenticity in Uncertainty
Memasuki gelaran tahun 2026, WVI mengusung tema Authenticity in Uncertainty. Menurut Dita, tema ini menjadi ruang penegasan bahwa jiwa dan keotentikan karakternya merupakan modal utama pengisi suara dalam menghadapi gempuran teknologi AI. Pandangan senada diutarakan oleh Wakil Dekan I FISIP Unmer Malang, Dr. Rochmad Effendy, B.Hsc., M.Si.
Suara manusia itu ajaib dan tidak bisa dikalahkan AI, terlebih kita manusia punya emosi dan rasa. Momen Road to Wonder Voice of Indonesia ini bisa kita manfaatkan untuk mengeksplorasi potensi human voice yang kita miliki, ungkap Rochmad.
Sesi Edukasi bersama Voice People Jatim
Dalam sesi edukasi, para peserta menerima materi teknis dari Koordinator Regional Voice People Jawa Timur, Ratih Setya. Ia tampil bersama Representative Voice People Jatim sekaligus pemenang WVI 2024, Willy Pramana. Mereka juga memperkenalkan Voice People Jatim yang merupakan jejaring resmi penggiat industri voice over se-Jawa Timur yang bernaung di bawah Voice Institute Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi babak utama kompetisi WVI 2026 yang akan digelar sepanjang periode Oktober hingga November 2026. Ajang kompetisi ini diselenggarakan secara daring tanpa dipungut biaya dan terbuka untuk masyarakat dari segala jenjang usia tanpa kewajiban memiliki perangkat rekaman profesional.
Finalis yang berhasil menembus posisi 10 besar akan diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani program karantina intensif. Selama di Jakarta, peserta akan mendapat pelatihan dan praktik langsung bersama para mentor tepercaya di bidang pengisian suara dan dubbing, terang Willy dan Ratih dalam sesi promosi WVI 2026.
Selain Malang, rangkaian roadshow WVI 2026 juga menyasar sembilan kota besar lainnya, yakni Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Semarang, Medan, Aceh, Makassar, dan Palembang. Pendaftaran dan informasi lengkap kompetisi dapat diakses melalui akun Instagram @wondervoiceofindonesia. (dik)






