Malang, HaloApaKabar.com – Universitas Widya Karya (UWK) Malang bersama Flobamora Malang Raya, Yayasan Charis Indonesia dan Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Malang, membuka Posko Bantuan Peduli NTT. Usai musibah gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), hingga 2.119 kali gempa susulan yang masih berlangsung saat ini.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Adisucipto, Budi Santoso Djaja SH MM mengabarkan, posko ini dibuka sebagai respons kemanusiaan. Dengan menggalang bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“UWK Malang diajak oleh Flobamora Malang Raya, karena mereka tahu kami sangat terbuka dengan kegiatan kemanusiaan. Kita siapkan tempatnya di kampus UWK Malang sebagai poskonya, dan bersama-sama menghubungi rekan lain untuk bergabung di sini,” kabar Budi, sapaan akrabnya.
Nomor Rekening Donasi dan Posko Bantuan Barang UWK Malang
Pihaknya mengajak semua komunitas yang ada di Malang Raya untuk bergabung dalam aksi kemanusiaan ini. Melalui Posko Tanggap Bencana Darurat untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Universitas Widya Karya (UWK) Malang.
Disebutkannya, donasi uang bisa disalurkan ke rekening BCA nomor 011-3099906 a.n. Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Adisucipto. Cantumkan kode: PNTT26 atau Peduli NTT 2026 dan konfirmasi bukti transfer ke Saver (0821 4734 4269) dan Chorota (0812 8710 4469).
“Kami juga menerima bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan dan bahan pokok, perlengkapan bayi/anak dan obat-obatan. Serta kebutuhan kebersihan, selimut, kebutuhan darurat dan bantuan lainnya yang bermanfaat,” imbuhnya.
Tak hanya menyalurkan donasi uang dan barang, UWK Malang berencana memberikan bantuan untuk jangka panjang melalui Fakultas Teknik. Yakni konsep bangunan tahan gempa, sehingga meminimalisir korban masyarakat yang cidera dan meninggal dunia jika terjadi gempa. Pasalnya, kejadian gempa bukan kali pertama menimpa NTT, namun puluhan kali dalam kurun waktu beberapa dekade.
“Kami akan menerjunkan tim Fakultas Teknik ke lokasi, untuk menginventarisir apa saja yang perlu diperbaiki. Untuk memudahkan, kami cari bahan bangunan di sana, kalau semuanya dikirim dari Jawa akan mahal,” jelas Budi.
Universitas Widya Karya Malang Buka Kolaborasi Komunitas Relawan
Rektor Universitas Widya Karya (UWK) Malang, Dr. Klemens Mere SE MPd MM MH MAP MAk BHK menyampaikan, pihaknya membuka ruang kolaborasi komunitas relawan. Dengan tetap berkoordinasi bersama relawan yang ada di lokasi, baik dari Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor), Keuskupan dan relawan lainnya.
“Yang masih terdata saat ini di pusat kota, belum menyentuh di pelosok, gunung, dan lainnya, termasuk Nagekeo titik terdekat gempa masih belum tersentuh. Sementara para pejabat di sana belum bisa dihubungi, karena kendala teknis listrik padam dan sinyal tidak ada,” ucap Frater Klemens, sapaan akrabnya.
Mahasiswa UWK Malang asal NTT Sekitar 35 Persen
Disebutkannya, kepedulian UWK Malang kepada NTT, lantaran jumlah mahasiswa dari wilayah tersebut sekitar 35 persen. Sehingga pihaknya sangat mendukung, bersimpati dan empati, atas kejadian gempa yang menimpa wilayah NTT.
“Selama ini, kami sangat konsen membantu mahasiswa dari kalangan kurang mampu desil 1-4, termasuk menyediakan kos dan biaya hidup. Bahkan kami mengajak mahasiswa NTT yang ada di sini untuk membantu, berdoa dan memastikan bantuan terdistribusi kepada keluarga mereka di sana,” ucap Fr. Klemens.
Tak hanya komunitas, pihaknya akan melibatkan alumni dan keluarga mahasiswa di lokasi kejadian untuk bahu membahu, agar bantuan tiba tepat sasaran sesuai tingkat kebutuhan. Sehingga pihaknya dapat mengcover titik-titik yang belum tersentuh oleh bantuan pemerintah setempat dan pemerintah pusat.
“Kami pastikan agar bantuan tepat sasaran, sehingga tidak sampai berlebihan maupun kekurangan antara titik satu dengan titik-titik lainnya,” tandasnya.
Potensi Gempa Susulan Masih Terus Terjadi
Koordinator Posko, Saver menyampaikan, titik gempa paling dahsyat ada di Nagekeo, dimana setiap jam terjadi gempa susulan yang tersebar pada ribuan titik di wilayah NTT.
“Saat ini, warga memilih mengungsi dan mendirikan tenda di luar rumah, karena khawatir gempa susulan yang masih setiap saat terjadi. Hingga hari ini ada 53 korban meninggal dunia,” ucap Saver, didampingi perwakilan Flobamora Malang Raya, sembari melakukan teleconference dengan relawan penghubung di Kabupaten Ende.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi NTT, korban jiwa dan dampak kerusakan akibat gempa bumi Magnitudo 7.7 Flores, Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Lokasi titik gempa 30 kilometer Timur Laut Mbay, Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Daerah terdampak, di antaranya:
- Kabupaten Manggarai
- Kabupaten Manggarai Barat
- Kabupaten Manggarai Timur
- Kabupaten Ende
- Kabupaten Sikka
- Kabupaten Ngada
- Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Lembat
“Kebutuhan saat ini obat-obatan, pembalut wanita, makanan, selimut untuk menghangatkan karena cuaca sedang dingin, pakaian layak pakai. Kemudian perlengkapan bayi/anak, kebutuhan kebersihan, kebutuhan darurat dan bantuan bahan bangunan,” rincinya.
Distribusi Barang Bantuan Dikirim dan Fasilitasi Mahasiswa NTT di Malang
Perwakilan Yayasan Charis Indonesia Malang, Sani mengusulkan, pendistribusian barang bantuan dibagi dua, yakni untuk dikirim dan memfasilitasi mahasiswa NTT di Malang. Pasalnya, uang saku/biaya hidup dan biaya kuliah mereka juga terhambat akibat keluarga mengalami musibah.
“Harapannya, kita bisa membantu saudara di sana dan memfasilitasi mahasiswa di sini. Karena mereka juga butuh support dan bersama kita libatkan disini untuk menggalang bantuan untuk keluarganya,” ucap Sani. (rhd)




